LIPUTANKPK.COM ||TTS – Pemerintah Desa Benahe, Kecamatan Kokbaun, Kabupaten Timor Tengah Selatan, secara serius menggalakkan upaya percepatan dan pencegahan stunting di wilayahnya. Hal ini ditunjukkan melalui pelaksanaan Rembuk Stunting Desa Tahun 2025 yang berlangsung pada Rabu (23/7/2025) di Aula Kantor Desa Benahe.
Kegiatan penting ini dihadiri oleh berbagai pihak, mencerminkan komitmen bersama dalam mengatasi permasalahan stunting. Tampak hadir perwakilan dari Pemerintah Kecamatan Kokbaun, Kepala UPT Puskesmas Lotas, Kepala Desa dan Perangkat Desa Benahe, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) beserta anggota, Ketua TP.PKK Desa, Bidan Desa, Kader Pembangunan Manusia (KPM), Kader Posyandu, Pendamping Desa, serta Babinkamtibmas dan Babinsa.
Kepala Desa Benahe, Welhelmus Tsu, dalam sambutannya saat membuka rembuk, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian pramusyawarah desa untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa tahun 2025. “Rembuk stunting ini juga menjadi amanat Pemerintah Pusat dan Kabupaten terhadap pemerintah desa agar memprioritaskan penggunaan dana desa tahun 2026 untuk pencegahan dan penanganan stunting,” ujar Welhelmus Tsu.
Ia menambahkan, program ini harus dilaksanakan secara terpadu dan terkoordinasi oleh berbagai lintas sektor. “Mengingat urgensi persoalan stunting ini, kami diwajibkan untuk menuangkan dalam RKP Desa dan APBDes demi memastikan adanya program penanganan dan pencegahan stunting,” jelasnya.
Langkah ini diambil dengan harapan dapat membangun kapasitas dan komitmen pemerintah desa dalam merencanakan, mengimplementasikan, memantau, dan mengevaluasi intervensi yang terpusat guna mengurangi angka gagal tumbuh anak. “Hal ini menjadi penting sebab pencegahan dan penanganan stunting menjadi salah satu komitmen pencapaian pemerintah dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan,” tegas salah seorang peserta rembuk dari pihak Puskesmas Lotas.
Dalam rembuk stunting ini, fokus pembahasan adalah konvergensi percepatan dan pencegahan stunting di Desa Benahe. Selain itu, dilakukan juga penetapan usulan kegiatan prioritas berdasarkan persentase laporan hasil konvergensi pencegahan stunting di Desa Benahe.
Diharapkan, dengan adanya komitmen dan perencanaan yang matang melalui Rembuk Stunting ini, Desa Benahe dapat secara signifikan berkontribusi dalam menurunkan angka stunting di wilayahnya, demi terwujudnya generasi penerus yang lebih sehat dan berkualitas.
Reporter: Duupaji
Editor: Roy Saba












