Diduga Enggan Dikonfirmasi Media, Kepala Desa Bodas Gunakan Atribut Ormas untuk Intimidasi Wartawan

NEWS UPDATE
LIPUTAN
KPK .COM
P T .S U A R A W A R T A N U S A N T A R A
S W N
───────────────────────────────────

Pemalang –  LiputanKPK

Kepala Desa Bodas, Kecamatan Watukumpul, Kiyarno, diduga enggan memberikan keterangan saat hendak dikonfirmasi oleh sejumlah awak media terkait persoalan desa. Sebaliknya, Kiyarno justru memperlihatkan dirinya dengan mengenakan atribut salah satu organisasi masyarakat (Ormas) yang dinilai sebagai upaya untuk menakut-nakuti wartawan.

Perilaku tersebut menimbulkan sorotan, sebab seorang kepala desa seharusnya memberikan contoh sikap yang terbuka dan transparan, terutama dalam hal penggunaan anggaran serta kebijakan yang menyangkut kepentingan masyarakat. Alih-alih memberikan klarifikasi, tindakan menunjukkan atribut Ormas justru dinilai sebagai bentuk intimidasi terhadap fungsi kontrol sosial media.Padahal, media memiliki hak konstitusional sebagai kontrol sosial sesuai dengan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999.

Sejumlah pihak menilai langkah itu bisa merusak kepercayaan masyarakat terhadap aparatur desa. “Media bekerja menjalankan fungsi kontrol, jadi seharusnya dilayani dengan baik, bukan malah dihadapkan dengan simbol-simbol intimidatif,” ujar salah satu pemerhati kebijakan desa di Watukumpul.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Bodas, Kiyarno, belum memberikan keterangan resmi atas perbuatannya tersebut. Masyarakat berharap aparat terkait segera menindaklanjuti agar tidak ada lagi praktik-praktik yang berpotensi mengekang kebebasan pers dan transparansi di tingkat desa.

Agz

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *