Aceh Singkil | LiputanKPK.com ~ Di tengah kepungan banjir dahsyat yang melumpuhkan aktivitas dan merenggut harta benda, secercah harapan dan kelegaan menyelimuti Desa Ujung Bawang. Sebanyak 356 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak bencana alam tak terduga ini, kini dapat sedikit bernapas lega setelah menerima uluran tangan berupa Bantuan Sembako Tanggap Darurat. Bantuan krusial ini disalurkan langsung oleh Kepala Desa Ujung Bawang, Bapak Basir Tanjung, pada Sabtu, 29 November 2025.

Sejak pukul 08.00 WIB, suasana di simpang tiga desa setempat tampak ramai. Warga berduyun-duyun datang memenuhi panggilan pemerintah desa, bukan untuk mengungsi, melainkan untuk menerima bantuan yang sangat mereka nantikan. Dengan sigap, Kepala Desa Basir Tanjung bersama perangkat desa memastikan bantuan tersebut sampai tepat sasaran dan segera meringankan beban warganya. Anggaran untuk bantuan ini berasal dari alokasi Dana Desa (ADD) Tanggap Darurat, menunjukkan kesiapan pemerintah desa dalam menghadapi situasi genting.

“Kami sangat terbantu dengan adanya bantuan sembako tanggap darurat ini,” ujar seorang warga penerima bantuan dengan nada haru. Ia menambahkan, “Dalam kesusahan dan penderitaan akibat musibah banjir yang dahsyat ini, bantuan ini sangat berarti.” Perasaan syukur dan apresiasi yang mendalam terpancar dari setiap wajah warga, menjadi bukti nyata betapa pentingnya kehadiran pemerintah desa di saat-saat sulit seperti ini.
Meskipun bantuan awal telah tiba, warga Desa Ujung Bawang masih menyimpan harapan besar agar Pemerintah Daerah Aceh Singkil dapat memberikan bantuan lanjutan. Pasalnya, musibah banjir kali ini bukan sekadar genangan air biasa, melainkan banjir besar yang belum pernah dialami sebelumnya, meninggalkan banyak kerusakan dan kerugian. Harta benda habis porak-poranda, rumah terendam, dan aktivitas sehari-hari lumpuh total.
Penyaluran bantuan ini menjadi simbol nyata kesigapan dan kepedulian Pemerintah Desa Ujung Bawang di bawah kepemimpinan Kepala Desa Basir Tanjung. Komitmen kuat ini diharapkan tidak hanya meringankan beban sesaat, tetapi juga menjadi fondasi bagi upaya pemulihan dan penataan kembali kehidupan masyarakat Desa Ujung Bawang. Harapan terbesar saat ini adalah agar banjir segera surut, memungkinkan warga untuk bangkit dan membangun kembali kehidupan mereka.
[Khalikul Sakda]












