TELUK KUANTAN, LiputanKPK.com|Keterbatasan fasilitas penginapan di Kabupaten Kuantan Singingi kembali menjadi sorotan setiap perhelatan Pacu Jalur digelar di kawasan Tepian Narosa, Teluk Kuantan.
Hal ini disampaikan narasumber R N Garawn, yang menilai tingginya antusiasme masyarakat dan wisatawan dari luar daerah belum diimbangi dengan ketersediaan penginapan yang memadai di pusat kota.
“Setiap tahun saat Pacu Jalur digelar, kita melihat sendiri bagaimana banyak pengunjung dari luar daerah kesulitan mendapatkan tempat menginap. Ini menunjukkan bahwa Kuansing masih kekurangan home stay maupun penginapan untuk menampung para tamu yang ingin menyaksikan langsung tradisi budaya kebanggaan masyarakat ini, ”ujar R N Garawn, Senin (11/5/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut justru membuka peluang investasi jangka panjang yang sangat menjanjikan, khususnya bagi para investor yang ingin mengembangkan usaha di sektor pariwisata.
Ia mengungkapkan, saat ini tersedia sebidang lahan strategis di pusat kota Teluk Kuantan yang sangat potensial untuk dibangun homestay atau penginapan.
“Lokasinya sangat strategis, tepat berada di pancang start arena Pacu Jalur di Tepian Narosa. Ini tentu menjadi nilai tambah karena pengunjung bisa langsung menikmati suasana event tanpa harus menempuh perjalanan jauh, ”jelasnya.
Selain posisi yang dinilai premium, lahan tersebut juga telah memiliki legalitas lengkap berupa sertifikat, dengan harga yang disebut masih ramah dan bersahabat bagi calon investor.
R N Garawn berharap peluang ini dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha yang memiliki visi jangka panjang terhadap perkembangan sektor wisata di Kuansing.
“Pacu Jalur bukan hanya agenda budaya tahunan, tetapi juga memiliki daya tarik ekonomi yang besar. Jika fasilitas pendukung seperti penginapan terus bertambah, tentu akan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah, ”tutupnya.**/Andri












