Liputan KPK.Com, Aceh ______Kinerja tim teknis program stimulan perbaikan rumah bagi korban bencana di Kecamatan Kota Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, mendapat sorotan. Tim teknis tersebut diduga belum maksimal menjalankan tugasnya sehingga disebut berdampak terhadap lambatnya proses penyerapan anggaran stimulan perbaikan rumah yang bersumber dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Informasi tersebut mencuat setelah media melakukan penelusuran ke kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, Senin(1O/8).
Dalam penelusuran tersebut, awak media menemui Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) yang akrab dipanggil BG Papa. Ia mengungkapkan bahwa penyerapan anggaran stimulan perbaikan rumah untuk Kecamatan Kota Kuala Simpang baru mencapai sekitar 35 persen.
«“Serapan anggaran terkait stimulan perbaikan rumah untuk Kecamatan Kota Kuala Simpang baru mencapai 35 persen. Memang kalau lambat di suatu kecamatan jelas berpengaruh ke seluruh kecamatan lain, untuk termin berikutnya ,” jelas PPTK.»
Perangkat kampung Keluhkan Proses Pemberkasan
Sementara itu, seorang perangkat Kampung Sriwijaya, Kecamatan Kota Kuala Simpang, yang meminta namanya tidak dipublikasikan, mengaku mengalami kendala dalam proses pemberkasan program stimulan perbaikan rumah.
Menurutnya, tim teknis yang menangani Kampung Sriwijaya atas nama Rizki Batu Bara dinilai kurang responsif dalam proses pengurusan berkas yang diperlukan untuk pencairan bantuan.
«“Kami di Kampung Sriwijaya ini agak bingung terhadap tim teknis untuk kampung kami, atas nama Rizki Batu Bara yang terkesan mempersulit dalam proses pemberkasan untuk pencairan stimulan perbaikan rumah. Kami berharap dan mohon kepada tim teknis agar profesional dalam melaksanakan tugas,” ungkapnya.»
Ia juga mengaku pihak kampung kerap mengalami kesulitan ketika hendak berkomunikasi dengan tim teknis.
«“Ketika kita dari kampung menelepon untuk mengurus berkas, jawabannya maklum bang, kami di kampung tidak ada hari libur bang. Tapi ketika kita hubungi selalu berargumen di Medan bang,” ujarnya.»
Pernyataan tersebut merupakan keterangan dari perangkat kampung dan masih membutuhkan klarifikasi dari tim teknis terkait, khususnya mengenai mekanisme pemeriksaan berkas, kendala administrasi, serta alasan apabila terdapat dokumen yang belum dapat diproses.
Masyarakat Minta Kinerja Tim Teknis Kecamatan kota Kuala simpang di Evaluasi.
Lambatnya proses penyerapan anggaran tersebut menjadi perhatian masyarakat. Mereka berharap pimpinan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang melakukan evaluasi terhadap kinerja tim teknis yang ditempatkan di kecamatan Kota Kuala Simpang.
Evaluasi dinilai penting untuk memastikan program stimulan perbaikan rumah dapat berjalan tepat waktu dan masyarakat korban bencana yang telah memenuhi persyaratan tidak mengalami keterlambatan akibat persoalan administrasi maupun koordinasi.
Program tersebut merupakan bantuan yang ditujukan untuk mendukung masyarakat terdampak bencana dalam memperbaiki rumah mereka. Karena itu, seluruh pihak yang terlibat diharapkan menjalankan tugas secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan.
Media Liputan KPK.Com masih berupaya memperoleh konfirmasi dari Rizki Batu Bara selaku tim teknis, pihak BPBD Aceh Tamiang, guna keberimbangan pemberitaan.
(Kaperwil Aceh)












