Intip Model Pendidikan Simeulue, Bupati Nasrun & Wali Kota Sayuti Tinjau Langsung Sekolah Rakyat Terintegrasi Lhokseumawe

NEWS UPDATE
LIPUTAN
KPK .COM
P T .S U A R A W A R T A N U S A N T A R A
S W N
───────────────────────────────────

 

 

LHOKSEUMAWE – Liputankpk.com

Kolaborasi antar-daerah untuk peningkatan kualitas pendidikan kembali ditunjukkan oleh Pemerintah Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Simeulue. Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, S.H., M.H., mendampingi Bupati Simeulue, Mohammad Nasrun Mikaris, S.H., M.H., dalam kunjungan studi banding ke Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Kota Lhokseumawe, Jumat (21/8/2026).

Kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi biasa, melainkan misi strategis bagi Pemkab Simeulue. Hingga saat ini, konsep Sekolah Rakyat belum tersedia di Simeulue, sehingga SRT 2 Lhokseumawe dijadikan rujukan utama untuk mempelajari pola penyelenggaraan, manajemen, hingga metode pembinaan siswa secara langsung.

Setibanya di lokasi, kedua kepala daerah tersebut meninjau sejumlah fasilitas ruang kelas, mengamati proses belajar mengajar yang sedang berlangsung, serta berinteraksi secara hangat dengan para siswa dan tenaga pendidik. Mereka juga memperhatikan aspek lingkungan sekolah yang dirancang untuk mendukung kenyamanan dan kreativitas peserta didik.

Fokus pada Karakter dan Kemandirian

Wali Kota Lhokseumawe, Sayuti Abubakar, menyambut baik kunjungan ini sebagai bentuk pertukaran ilmu positif. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus memberikan perhatian penuh terhadap dunia pendidikan.

“Pemerintah Kota Lhokseumawe berkomitmen memastikan setiap anak mendapatkan lingkungan belajar yang nyaman, layak, dan mampu mendukung perkembangan potensi mereka secara optimal,” ujar Sayuti.

Menurutnya, keberadaan Sekolah Rakyat memiliki nilai lebih dibandingkan sekolah konvensional. Selain meningkatkan kemampuan akademik, model ini juga fokus pada pembentukan karakter, kedisiplinan, dan kemandirian siswa sejak dini.

“Yang paling penting adalah bagaimana anak-anak kita tidak hanya pintar secara akademis, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, berakhlak mulia, serta siap meraih masa depan yang lebih baik,” tambah Sayuti.

Kolaborasi untuk Generasi Emas

Sayuti juga menekankan bahwa keberhasilan pendidikan tidak bisa dibebankan kepada sekolah semata. Diperlukan sinergi antara pemerintah, guru, orang tua, dan masyarakat agar kebutuhan peserta didik terpenuhi secara holistik.

Bagi Bupati Simeulue, Mohammad Nasrun Mikaris, kunjungan ini membuka wawasan baru tentang bagaimana menerapkan sistem pendidikan yang inklusif dan berbasis komunitas. Pengalaman yang diperoleh dari SRT 2 Lhokseumawe diharapkan menjadi bekal berharga bagi Simeulue dalam mempersiapkan rencana pembangunan Sekolah Rakyat di daerahnya kelak.

Dengan adanya kolaborasi dan pertukaran pengalaman antar-daerah seperti ini, diharapkan pendidikan di Aceh tidak hanya membuka akses belajar yang luas, tetapi juga menjadi fondasi kuat dalam mencetak generasi yang berkarakter, mandiri, dan kompetitif di masa depan.

(Warianto)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *