Kota Bogor, Jawa Barat || LiputanKPK.com
Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Raya Pajajaran, Kota Bogor, tepatnya di depan Superindo, kembali menjadi sorotan. Keberadaan fasilitas yang dibangun untuk membantu pejalan kaki menyeberang jalan tersebut dinilai belum dimanfaatkan secara optimal oleh warga. Minggu, 30/08/2026.
Pantauan di lokasi menunjukkan masih banyak pengguna jalan yang memilih menyeberang langsung melalui badan jalan dibandingkan menggunakan JPO. Kondisi tersebut cukup mengkhawatirkan karena Jalan Raya Pajajaran merupakan salah satu ruas jalan dengan aktivitas kendaraan yang cukup padat.
Sejumlah warga mengaku enggan menggunakan JPO karena aksesnya dinilai terlalu tinggi dan cukup licin, terutama ketika kondisi tertentu. Faktor tersebut membuat sebagian warga memilih mengambil risiko dengan menyeberang langsung di tengah arus kendaraan.
“JPO-nya terlalu tinggi dan licin. Kalau harus naik dan turun, apalagi membawa barang atau bersama anak-anak, terasa kurang nyaman,” ujar salah seorang warga yang ditemui di sekitar lokasi.
Kondisi ini menjadi persoalan tersendiri. Fasilitas penyeberangan yang seharusnya memberikan rasa aman justru belum menjadi pilihan utama masyarakat. Warga lebih memilih jalur yang dianggap praktis meski harus berhadapan langsung dengan kendaraan yang melintas.
Kebiasaan menyeberang sembarangan di ruas jalan padat tentu meningkatkan risiko kecelakaan, baik bagi pejalan kaki maupun pengendara. Pengendara juga harus mengantisipasi secara tiba-tiba ketika ada warga yang menyeberang dari satu sisi jalan ke sisi lainnya.
Persoalan ini diharapkan menjadi perhatian Pemerintah Kota Bogor dan instansi terkait. Evaluasi terhadap kondisi JPO, khususnya akses tangga, tingkat kemiringan, permukaan yang licin serta kenyamanan pengguna, dinilai penting agar fasilitas tersebut benar-benar dapat dimanfaatkan masyarakat.
Selain membangun fasilitas, aspek kenyamanan dan kemudahan akses juga perlu menjadi pertimbangan. Jika JPO dianggap terlalu sulit digunakan, masyarakat akan cenderung mencari jalan pintas dengan menyeberang langsung di badan jalan.
Ke depan, diperlukan langkah konkret agar JPO di depan Superindo tidak hanya menjadi fasilitas yang berdiri secara fisik, tetapi benar-benar digunakan masyarakat sebagai sarana penyeberangan yang aman.
Keselamatan pejalan kaki semestinya menjadi prioritas. Sebab, keberadaan JPO akan sia-sia apabila warga tetap memilih menyeberang di tengah padatnya arus lalu lintas karena merasa akses JPO kurang nyaman dan aman.
JPO Depan Superindo Pajajaran Kembali Disorot, Warga Pilih Menyeberang Langsung di Jalan

───────────────────────────────────











