Dedie Rachim Sentil Pembangunan Leuweung Batutulis: Jangan Sampai Hutan Kota Berubah Jadi Pusat Kerumunan!

Dokumentasi LiputanKP.K.com
NEWS UPDATE
LIPUTAN
KPK .COM
P T .S U A R A W A R T A N U S A N T A R A
S W N
───────────────────────────────────

Kota Bogor, Jawa Barat || LiputanKPK.com
‎Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim meminta adanya penyesuaian terhadap pembangunan Leuweung Batutulis di Jalan Saleh Danasasmita, Batutulis, Kota Bogor. Penyesuaian diperlukan agar kawasan tersebut kembali sesuai dengan gagasan awal sebagai ruang terbuka hijau dan hutan kota.

‎Hal itu disampaikan Dedie saat meninjau langsung kawasan Leuweung Batutulis. Ia menilai konsep pembangunan yang berjalan saat ini belum sepenuhnya mencerminkan fungsi awal kawasan yang dirancang sebagai kawasan penghijauan.

‎Menurut Dedie, pembangunan fasilitas publik seperti jogging track dan area aktivitas warga sebaiknya tidak terlalu mendominasi kawasan tersebut. Sebaliknya, vegetasi dan pepohonan rindang perlu diperbanyak agar karakter Leuweung Batutulis sebagai kawasan hutan kota tetap terjaga.

‎«“Konsep awalnya adalah hutan kota. Jadi jangan sampai fasilitas publiknya justru lebih dominan daripada vegetasi dan pepohonannya,” demikian garis besar pandangan Dedie saat meninjau kawasan tersebut.»

‎Dedie juga mengingatkan agar Leuweung Batutulis tidak berkembang menjadi pusat kerumunan baru. Jika aktivitas publik terlalu masif, kawasan tersebut dikhawatirkan justru menimbulkan persoalan baru, terutama kemacetan dan beban lalu lintas di jalan sekitar.

‎Keberadaan jalur underpass di bawah kawasan Leuweung Batutulis turut menjadi pertimbangan. Menurut Dedie, kondisi tersebut perlu diperhitungkan dalam menentukan tingkat aktivitas dan fasilitas yang dibangun di kawasan tersebut.

‎Karena itu, masukan terkait penyesuaian konsep pembangunan telah disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pihak konsultan. Pemerintah Kota Bogor berharap pembangunan Leuweung Batutulis dapat diselaraskan kembali dengan gagasan awal, yakni menghadirkan kawasan hutan kota yang didominasi vegetasi dan pepohonan.

‎Penyesuaian tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat fungsi ekologis kawasan, tetapi juga menjaga agar keberadaan Leuweung Batutulis tidak menimbulkan persoalan baru bagi lalu lintas dan lingkungan sekitar.

‎Dengan demikian, pembangunan kawasan tersebut diharapkan tetap memberikan ruang bagi masyarakat untuk menikmati ruang terbuka hijau, tanpa menghilangkan fungsi utamanya sebagai kawasan penghijauan Kota Bogor.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *