Ndora, LiputanKPK.Com – Dalam sebutan Wakil Bupati Nagekeo menyatakan stunting bukan sekedar persoalan kesehatan. Iya adalah tantangan lintas sektor yang menyangkut kualitas hidup generasi masa depan. Anak anak yang mengalami stunting berisiko lebih tinggi mengalami hambatan dalam pertumbuhan fisik, kecerdasan, hingga produktifitas di masa depan. Pemerintah berkomitmen untuk menurunkan stunting menjadi sebesar 14,4% di tahun 2029 dan menjadi 5% di tahun 2045. Maka, penanganan terhadap stunting menuntut kerja bersama, sinergi dari semua pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, tokoh adat, tokoh agama, dan tentu saja keluarga dan masyarakat.
Rapat koordinasi yang kita laksanakan hari ini sangat penting, karena menjadi ruang evaluasi dan penyamaan langkah kita dalam mengakselerasi penurunan angka stunting di Kabupaten Nagekeo. Sebagai gambaran untuk kita semua yang hadir di sini, pencapaian penurunan stunting Kabupaten Nagekeo mengalami peningkatan yang cukup signifikan pada tahun 2025. Hasil pengukuran pada bulan April 2025 prevelnsi stunting di Kabupaten Nagekeo sebesar 15,01% atau sebanyak 1.403 anak stunting yg ada di Kabupaten Nagekeo. Dari jumlah tersebut, stunting tertinggi terdapat di desa Ulupulu l, jelas Wakil Bupati Nagekeo.
Pengelaman kenaikan stunting sebesar dari 9,14% menjadi 15,1%yang memeberikan pelajaran yang sangat berharga bagi pelaksanaan program penurunan stunting kedepannya. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten melalu TPPS terus berupaya mendorong pendekatan interfensi yg lebih terarah, tepat sasaran, dan terintegrasi dari tingkat Kabupaten sampai ke desa.
Wakil Bupati menegaskan bahwa penurunan stunting bukan hanya soal program tetapi soal komitmen moral kita untuk menyelamatkan masa depan anak anak Nagekeo. Untuk komitmen kita mempercepat penurunan stunting di Kabupaten Nagekeo, saya mengajak kita semua untuk fokus ke beberapa hal.
1 Memperkuat komitmen dan kolaborasi lintas sektor. Khusus dinas dukcapil itu ada tugas penting dalam penanganan masalah stunting yaitu:Perhitungan INBANGGA (indeks pembangunan keluarga), ada 3 dimensi, 11 indikator dan 21 variabel. Ada dua variabel itu urusannya dinas dukcapil yaitu Akta Kelahiran anak umur 0-17 tahun dan Akta Nikah.
2 Meningkatkan koordinasi peran TPPS Tingkat Kabupaten,Kecamatan, Desa, dan Lintas sektor. (Dana desa untuk stunting).
3 Mengevaluasi pelaksanaan program yang berkaitan dengan intervensi stunting.
4 Menyusun langkah kongkret berdasarkan data yang akurat dan berbasis desa, serta penugasan /orientasi bagi CPNS.
5 Memeberi edukasi berkelanjutan kepada keluarga dan calon pengantin.
6 Mengawasi dan memastikan layanan gizi dan kesehatan berjalan optimal, terutama bagi ibu hamil dan belita.
Wakil Bupati juga memberi apresiasi kepada keluarga keluarga yang sudah berperan penting dalam usaha penurunan stunting. Bagi keluarga yang belum, mari kita bersama sama menjadi penggerak utama dalam penanganan stunting. Hal ini sejalan dengan perayaan hari Keluarga Nasional yang di peringati setiap tanggal 29 Juni dan HUT HARGANAS yang ke 32 tahun 2025 mengusung tema “Dari Keluarga untuk Indonesia Maju”. Mari kita wujudkan tujuan utama HARGANAS yakni meningkatkan kesadaran masyarakat akan peran penting keluarga dalam pembangunan bangsa serta mendorong pencapaian kesejahteraan keluarga dalam usaha kita menurunkan stunting. Langkah kebijakan yang dapat mendukung pro keluarga adalah : Meningkatkan Kualitas Pendidikan dan Ketrampilan, meningkatkan kualitas Kesehatan keluarga dan meningkatkan kualitas ekonomi keluarga.
Pemerintah menyadari bahwa untuk mencapai harapan tersebut tentu tidaklah mudah karena kondisi Fiscal daerah kita yang kurang memadai namun kita harus berani mengambil langkah demi masa depan anak anak kita sebagai generasi penerus bangsa. Oleh karena itu, saya menghimbau semua OPD yang berhubungan dengan penanganan stunting perlu ad program yang berspektif stunting untuk mendukung percepatan penanganan stunting.
Akir kata dengan memohon Berkat Tuhan Yang Maha Esa, restu para leluhur serta dukungan dari kita semua, saya secara resmi membuka kegiatan rapat koordinasi TPPS tingkat Kabupaten Nagekeo tahun 2025 (ketik micc 3 kali). Mari kita terus bergerak bersama, demi anak anak Nagekeo yang sehat, cerdas, dan tumbuh optimal. Maju Nagekeo! Bebas stunting, Wujudkan generasi emas Semoga Tuhan Menolong Kita, ujar Waki Bupati Nagekeo, Gonzalo Gratianus Muga Sada.
Reporter : Agustinus Bebi Daga SIP












