Bitung – Sulut | Liputankpk.com — Sumber : dari Humas polres Bitung” Aparat Kepolisian Resor Bitung terus melakukan pendalaman terkait meninggalnya seorang balita di salah satu rumah kos di Kelurahan Manembo-nembo Atas, Kecamatan Matuari, Kota Bitung. Penanganan kasus ini dilakukan secara hati-hati dan profesional, demi mengungkap fakta yang sebenarnya.
Kapolres Bitung AKBP ALBERT ZAI., SIK, MH melalui Kasat Reskrim Polres Bitung, Ajun Komisaris Polisi Ahmad Anugrah Ari Pratama.,SIK.,MH, menegaskan bahwa pihaknya masih mengumpulkan alat bukti guna memperjelas kronologi kejadian. “Kami telah mendapatkan keterangan dari saksi-saksi, termasuk saksi tetangga kost. Semua informasi yang masuk sedang kami dalami,” ujar Ahmad saat ditemui wartawan di Mapolres Bitung, Senin (23/3/2026) siang.
Ahmad juga menambahkan bahwa pihak kepolisian masih menunggu hasil autopsi untuk memastikan secara ilmiah penyebab meninggalnya balita tersebut. Langkah ini dinilai penting agar setiap kesimpulan yang diambil benar-benar berdasarkan fakta medis yang akurat. “Kami juga menunggu hasil autopsi. Itu akan menjadi dasar penting dalam menentukan penyebab kematian korban,” tambahnya.
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa keluarga korban diketahui baru beberapa hari menempati kos-kosan tersebut. Menurut tetangga kost, keluarga tersebut mulai tinggal di lokasi itu sejak 19 Maret 2026.
Tetangga kost mengaku sempat mendengar suara cekcok disertai tangisan balita pada Minggu (22/3/2026) siang. Peristiwa ini menyisakan duka mendalam sekaligus menjadi perhatian untuk saling peduli.
Ahmad turut mengimbau kepada masyarakat untuk bersabar dan tidak berspekulasi selama proses penyelidikan masih berlangsung. “Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang serta mempercayakan penanganan kasus ini kepada aparat penegak hukum,” katanya.
Pihak kepolisian juga mengajak masyarakat untuk saling peduli dan membantu dalam proses penyelidikan. “Kami berharap masyarakat dapat membantu kami dengan memberikan informasi yang relevan,” tambah Ahmad.
Kasus ini masih dalam proses penyelidikan dan pihak kepolisian akan terus melakukan upaya untuk mengungkap fakta yang sebenarnya. Masyarakat diminta untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang tidak benar.
Pihak kepolisian akan memberikan informasi lebih lanjut setelah hasil penyelidikan selesai. “Kami akan memberikan informasi lebih lanjut setelah hasil penyelidikan selesai,” kata Ahmad.











