Pemda Melawi Gelar Konferensi Pers Terkait Insiden Beredarnya Tayangan Pornografi VidioTron Milik Pemda Hanya Undang Segelintir Wartawan , Dinilai Tertutup!
Melawi Kalbar,Liputan kpknews.com- Pemerintah Daerah (Pemda) Melawi menggelar konferensi pers untuk memberikan penjelasan terkait beredarnya, video pornografi di layar vidiotron yang menjadi perhatian publik. Namun, pelaksanaan konferensi pers tersebut menuai sorotan karena hanya mengundang tiga orang wartawan dari sejumlah media yang ada.
Sejumlah pihak menilai serta beranggapan langkah tersebut tidak mencerminkan, prinsip Keterbukaan Informasi Publik.Dalam setiap agenda yang menyangkut kepentingan masyarakat luas, Konferensi pers seharusnya melibatkan lebih banyak melibatkan awak media agar informasi yang disampaikan dapat diterima secara luas, berimbang, dan transparan.
Keterbatasan jumlah media yang diundang memunculkan pertanyaan mengenai alasan di balik kebijakan tersebut.Beberapa kalangan menilai pola komunikasi seperti ini berpotensi menimbulkan persepsi adanya pembatasan akses informasi bagi dunia insan pers.
Salah satu awak media media berpendapat bahwa pemerintah, perlu menjunjung tinggi asas keterbukaan dalam menyampaikan informasi kepada publik, terlebih pada isu yang menjadi perhatian masyarakat terkait beredar vdio porno yang beredar pada layar pasilitas milik pemerintah tersebut. Dengan melibatkan lebih banyak awak media, proses penyampaian informasi dinilai akan lebih akuntabel serta meminimalisirkan munculnya spekulasi di tengah masyarakat.
Sampai konferensi pers berakhir, belum ada penjelasan resmi dari pihak penyelenggara mengenai alasan pembatasan jumlah wartawan yang diundang. Diharapkan ke depan, setiap kegiatan yang berkaitan dengan kepentingan publik dapat dilaksanakan secara lebih, terbuka dengan memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh media untuk melakukan peliputan.
Red:bgdoy












