Dugaan Ketidak Teransfaran Plt Kepala SMA 2 Pangkep, Terima Pekerja dari Keluarganya
LiputanKPK.com. Pangkep — Dugaan ketidakterbukaan dalam proses pengerjaan proyek rehabilitasi gedung SMA Negeri 2 Pangkep, yang berlokasi di Kecamatan Segeri, menjadi sorotan sejumlah media. Proyek ini mencakup rehabilitasi sekitar 10 gedung, termasuk satu gedung laboratorium dan empat unit WC umum, dengan total anggaran sebesar Rp2,034 miliar dan durasi pelaksanaan selama 140 hari kerja.
Salah satu pemenang tender berinisial IK (LK), menyampaikan kepada awak media bahwa dirinya mendapat pengerjaan tiga gedung sekolah dan satu laboratorium dari pihak berinisial BG dan RS. Namun, ketika tiba di lokasi dan menemui langsung Plt. Kepala Sekolah SMA 2 Pangkep, ia justru mendapatkan penolakan. Katanya tidak ada pihak ke tiga ini langsung murni dari kementerian pendidikan.” Ucap Rahma kepsek SMA 2 Pangkep
“Yang menjadi pertanyaan IK ke media, apa yang dimaksud dengan pihak ketiga? Sementara kenyataannya, yang mengerjakan juga banyak orang dari luar daerah Pangkep. Kenapa justru saya yang ditolak?” ujar IK kepada media LiputanKPK.com, Tipikor Investigasi News, dan Liputan7 Aktual.
IK juga mengungkapkan bahwa papan proyek baru dipasang setelah kegiatan pembongkaran gedung diduga sudah berjalan, yang menurutnya tidak sesuai dengan prosedur transparansi proyek pemerintah.
Menindaklanjuti informasi tersebut, tim investigasi media melakukan konfirmasi langsung dengan Plt. Kepala Sekolah SMA 2 Pangkep, Ibu Rahma, di kediamannya di Jalan Cendana Barat, Kelurahan Paddoang Doangan.
“Tidak benar bahwa papan proyek dipasang setelah pekerjaan dimulai. Semua telah dilakukan sesuai prosedur. Terkait proyek ini, sepenuhnya dikendalikan oleh Dinas Pendidikan Provinsi, dan pengawasan di lapangan dipercayakan kepada saudara saya, Ahmad, yang merupakan kakak kandung saya, untuk membantu proses pekerjaan,” jelas Ibu Rahma.
Penulis: Muh. Ilham Nur












