Pak Suyono, seorang warga Bayung Lincir, dengan tulus merawat jalanan antara Bayung Lincir dan Lubuharjo hampir setiap hari. Beliau bukanlah buruh harian ataupun bulanan. Dengan ikhlas, ia telah merawat jalan tersebut selama hampir 5 tahun dengan tujuan mencari amal ibadah.
Pak Suyono hanya menaruh kotak amal di pinggir jalan. Siapa pun yang ingin mengisi, dipersilakan. Jika tidak ada yang memberi pun, tidak menjadi masalah baginya. Tujuan utamanya adalah mencari amal di sisa hidupnya yang sudah mencapai usia 74 tahun, agar bisa menjadi orang yang berguna dan membantu banyak orang.
Beliau merawat jalan dengan cara menimbun aspal yang berlubang dengan tanah. Jalan tersebut merupakan jalan utama yang menghubungkan beberapa desa, seperti Desa Lubuharjo, Desa Muara Bahar, dan warga Bayung Lincir lainnya.
Inilah Pak Suyono, pahlawan kemanusiaan sejati yang menjadi inspirasi bagi kita semua. Dengan keterbatasan ekonomi yang dimilikinya, beliau masih bisa membantu banyak orang. Sementara itu, mereka yang ekonominya berkecukupan belum tentu tergerak untuk melakukan hal yang sama. Terkadang, kita lupa bahwa dunia yang kita kejar ini pada akhirnya pasti akan kita tinggalkan.
07-11-2025
Tim umaryono
Tim Umaryono












