Liputan kpk,com,Bayung Lencir, Muba – Warga Lubuk Simpur, RT 22 Dusun 6 desa Sukajaya, Kecamatan Bayung Lencir, meluapkan kekecewaan mendalam atas kondisi plat decker yang baru saja rampung dibangun beberapa bulan lalu, kini sudah amblas. Kejadian ini tidak hanya merugikan masyarakat, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran serius terkait keselamatan warga yang setiap hari melintas. (29/11/2025)
“Kami sangat kecewa dengan kondisi ini. Plat decker yang seharusnya menjadi akses utama, malah rusak parah dan tidak bisa digunakan. Kami menuntut pihak pemborong untuk bertanggung jawab penuh atas kerusakan ini,” ujar seorang warga dengan nada geram, yang memilih untuk tidak disebutkan namanya.
Warga Desa Lubuk Simpur mendesak agar pemborong segera mengambil tindakan perbaikan secara menyeluruh dan memastikan bahwa kualitas pekerjaan sesuai dengan standar teknis yang berlaku. Mereka juga menekankan pentingnya evaluasi mendalam terhadap seluruh proses pembangunan, termasuk penggunaan anggaran, agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
“Kami sangat berharap pemerintah dan pihak terkait segera memanggil pihak pemborong dan menuntut tanggung jawab mereka. Jangan sampai kerugian ini terus berlanjut dan mengorbankan kepentingan masyarakat,” tegas warga tersebut.
Selain itu, masyarakat juga menyoroti pentingnya pengawasan yang ketat selama proses pembangunan berlangsung. Mereka menilai bahwa lemahnya pengawasan menjadi salah satu faktor utama penyebab kerusakan plat decker ini. “Pembangunan infrastruktur harus benar-benar berkualitas, tahan lama, dan yang paling penting, tidak mengorbankan kepentingan rakyat kecil,” tambahnya.
Menanggapi keluhan warga, Srianto, Ketua Dewan Pimpinan Daerah LBH Perisai Keadilan Rakyat (PKR) Tipikor Musi Banyuasin, dan Tim midia ,liputan kpk, com, umaryono menyatakan bahwa pihaknya akan segera mengirimkan surat resmi kepada Kejaksaan Negeri terkait permasalahan ini. Menurut Srianto, dan umaryono,kerusakan plat decker ini bukan hanya merugikan masyarakat secara langsung, tetapi juga menimbulkan dugaan kuat adanya praktik penyimpangan anggaran.
“Sudah jelas bahwa kejadian ini merugikan masyarakat, dan ada indikasi yang mengarah pada tindakan korupsi. Kami menuntut adanya itikad baik dari pihak kontraktor untuk bertanggung jawab penuh atas kualitas proyek yang dikerjakan secara asal-asalan. Anggaran yang digunakan adalah uang negara, dan tidak boleh dibiarkan begitu saja,” tegas Srianto saat berada di lokasi kejadian.
Masyarakat Desa Lubuk Simpur sangat berharap agar pihak-pihak terkait dapat segera mengambil langkah nyata untuk menyelesaikan masalah un ini. Mereka menuntut keadilan agar pembangunan infrastruktur di desa mereka benar-benar memberikan manfaat, aman, dan tahan lama bagi seluruh warga.












