Banjir dan Longsor Lumpuhkan Aceh Singkil: Ribuan Warga Terdampak, Sejumlah Wilayah Masih Terendam

NEWS UPDATE
LIPUTAN
KPK .COM
P T .S U A R A W A R T A N U S A N T A R A
S W N
───────────────────────────────────

Aceh Singkil, | LiputanKPK.com ~ Bencana banjir dan longsor parah melanda Kabupaten Aceh Singkil, Aceh, menyusul intensitas hujan tinggi yang menyebabkan meluapnya hulu Sungai Lae Cinendang simpang Kanan dan hulu Sungai Lae Soraya simpang kiri. Laporan terkini dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Aceh Singkil pada Minggu malam (30/11) pukul 20.30 WIB menunjukkan bahwa sembilan kecamatan terdampak signifikan, dengan ribuan kepala keluarga (KK) dan jiwa mengungsi atau merasakan langsung dampak bencana ini.

Sembilan kecamatan yang diterjang bencana meliputi Gunung Meriah, Singkil Utara, Kuta Baharu, Singkil, Simpang Kanan, Suro, Danau Paris, Singkohor, dan Kuala Baru. Dampak terparah terlihat di Kecamatan Singkil, di mana 16 desa masih terendam banjir dengan ketinggian air antara 50 hingga 80 cm. Sementara itu, di Kuta Baharu, banjir berangsur surut meski masih mencapai 20-40 cm.

Banjir mulai terjadi pada Rabu, 19 November 2025, di Kecamatan Gunung Meriah dan Singkil Utara, diikuti oleh Kecamatan Singkil pada Sabtu, 22 November 2025. Longsor mulai melanda pada Senin, 24 November 2025.

Dampak bencana ini sangat luas, mencakup:
Akses Terputus: Jalan antar kecamatan dan desa banyak yang terendam, seperti jalur Gunung Meriah-Singkohor di Desa Cingkam, serta jalan antar desa di Kampung Baru dan Ketapang Indah. Jalan mitigasi bencana di Desa Pea Bumbung, Singkil, terputus dengan genangan air setinggi 80 cm sekarang sudah bisa dilalui.

Longsor juga mengganggu aktivitas berkendara di Lipat Kajang, Kain Golong, dan Bulusema. Beberapa ruas jalan nasional penghubung Singkil-Subulussalam dan Singkil-Tapanuli Tengah juga longsor dan terendam.
Kerusakan Infrastruktur: Abutmen jembatan amblas di Desa Suka Makmur dan Ujung, Singkil, serta di Pulo Sarok. Jembatan dan jalan di beberapa titik Singkil Utara juga longsor dan terputus. Jalan rusak juga dilaporkan di Mukti Lincir dan Danau Bungara (Kuta Baharu), serta longsor di Lae Bangun dan Suro Baru.
Rumah Penduduk Terendam: Ribuan rumah terendam di berbagai desa, menyebabkan warga harus mengungsi. Banjir dan longsor bahkan merusak rumah penduduk di Desa Bulusema, Suro.
Fasilitas Umum Lumpuh: Sejumlah fasilitas publik seperti masjid, sekolah (SD, SMP, SMA, TPA), pesantren, puskesmas, rumah dinas bupati, kantor-kantor dinas, Bank BSI, Kantor Pajak, Kantor Samsat, Kantor Kemenag, Kodim, Koramil, dan Polsek juga terendam, mengganggu layanan publik dan kegiatan keagamaan serta pendidikan. Bahkan, sekolah SDN di Desa Mukti Harapan, Singkohor, rusak akibat longsor.

Total 28.791 jiwa dari 7.463 KK terdampak langsung bencana ini. Data rinci korban terdampak per desa menunjukkan angka yang mengkhawatirkan, dengan Desa Pulo Sarok di Singkil menjadi salah satu yang terparah dengan 1.470 KK atau 5.906 jiwa terdampak.

Meskipun sebagian besar pengungsi (dari Singkil Utara, Simpang Kanan, Gunung Meriah, Suro, dan Kuta Baharu) telah kembali ke rumah masing-masing, saat ini masih ada 450 jiwa pengungsi di Kecamatan Singkil yang mengungsi di rumah saudara, masjid, dan aula kantor.

BPBD Kabupaten Aceh Singkil bergerak cepat dengan menurunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) dan perahu polytelen untuk evakuasi di sejumlah desa. Bupati Aceh Singkil, didampingi Kalaksa BPBD dan unsur Muspika, juga telah meninjau lokasi dan memberikan bantuan masa panik ke posko pengungsian.

Masyarakat dan tim penanganan sangat membutuhkan:
1. Sembako
2. Matras/Tikar
3. Hygiene Kids
4.Terpal
5. Selimut.

Namun, upaya penanganan menghadapi kendala serius, yaitu keterbatasan BBM dan alat berat yang belum bisa beroperasi di jalan mitigasi bencana Desa Pea Bumbung, Singkil, karena kondisi jalan yang masih tergenang banjir.

Kondisi mutakhir menunjukkan sebagian besar kecamatan seperti Gunung Meriah, Suro, Simpang Kanan, Danau Paris, Singkil Utara, Singkohor, dan Kuala Baru sudah “Amandali” (aman terkendali/surut). Meski demikian, seluruh kerusakan akibat banjir dan longsor di Kabupaten Aceh Singkil belum ada perbaikan. Saat ini, cuaca di Aceh Singkil cerah berawan dengan suhu 29°C, kelembaban 74%, dan kecepatan angin 10.4 km/jam dari arah Selatan.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Hab Aceh Singkil H. Alhusni SH, melalui Petugas piket Rosiana Kusuma Wardani dari Pusdalops BPBD Kabupaten Aceh Singkil terus melakukan pemantauan, koordinasi, dan pelaporan untuk memastikan penanganan bencana berjalan optimal.{*}

[Khalikul Sakda]

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *