Aceh Singkil | liputankpk.com ~ Dua dekade lebih telah berlalu sejak gelombang raksasa tsunami meluluhlantakkan bumi Serambi Mekkah. Namun, luka itu tak pernah sepenuhnya hilang dari ingatan, bahkan 21 tahun kemudian.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Singkil, Mursal, SKM, MM.Kes., mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengenang kembali tragedi dahsyat 26 Desember 2004, dalam peringatan 21 Tahun Tsunami Aceh yang berlangsung dari 26 Desember 2024 hingga 26 Desember 2025.
Mursal menyampaikan, meskipun Aceh pernah porak-poranda akibat bencana alam yang tak terbayangkan itu, namun dari kedalaman luka tersebut lahir kekuatan yang luar biasa. “Dari air mata yang tumpah, tumbuh keteguhan hati yang menginspirasi. Aceh telah menunjukkan kepada dunia bagaimana bangkit dari keterpurukan yang paling dalam,” ujarnya dengan nada penuh haru.
Peringatan ini bukan sekadar refleksi atas masa lalu, melainkan juga momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan dan kepedulian. Mursal mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mengirimkan doa terbaik bagi para syuhada tsunami Aceh yang telah berpulang. “Mari kita panjatkan doa agar mereka damai di sisi-Nya, dan semoga ketabahan senantiasa menyertai keluarga yang ditinggalkan,” tambahnya.
Tragedi tsunami 2004 adalah babak kelam dalam sejarah Aceh, namun juga menjadi titik balik kebangkitan. Semangat “Aceh Bangkit” menjadi pengingat bahwa meskipun pernah diuji dengan dahsyatnya bencana, rakyat Aceh mampu berdiri tegak, membangun kembali, dan terus melangkah maju. Peringatan 21 tahun ini menegaskan kembali komitmen untuk mengenang, belajar, dan terus membangun Aceh yang lebih baik.{*}
Pewarta : Khalikul Sakda












