Liputan KPK.Com, Aceh______________ Kampung (Desa) Sungai Liput, kecamatan kejuruan muda. Dibalik angka 20 Juta program PKT (Padat Karya Tunai)ada honor disediakan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, untuk Ketua kegiatan (Datok), Pengawas kegiatan (Sekdes), dan Bendahara kegiatan (Ketua MDSK), dalam program tersebut, Rabu (25 Februari 2026).
Dalam penelusuran media ini, berdasarkan sumber Dinas PUPR Kabupaten Aceh Tamiang, sebut saja namanya iqbal mengatakan .
“ Dalam Anggaran Padat Karya Tunai untuk kampung, sudah kita berikan honor pelaksana yaitu , ketua pelaksana sebesar satu juta, pengawas lima ratus ribu dan bendahara tiga ratus ribu, jadi itu kita berikan gunanya untuk honor mereka, agar dana PKT sebesar 20 juta itu jangan lagi Di otak Atik lagi ,” jelas sumber.
Terkait dana honor itu, media ini pun mengkonfirmasi langsung kerumah ketua MDSK kampung sungai liput, Misdi mengatakan.
“ Saya cuma memegang uang sebanyak 16 juta, dari enam belas juta itu saya bayar orang kerja dan saya ambil honor saya 250 ribu,” ungkap Misdi.
Penelusuran pun dilakukan oleh media ini, dengan mengkonfirmasi Datok penghulu melalui telepon WhatsApp mengatakan .
“Yang sudah kami kerjakan 1600 meter, memang ada sisa 4 juta lagi, namun itu untuk uang operasional para kepala Dusun di lapangan sebagai pengawas, untuk uang makan dan minum,” Terang Datok Penghulu.
Unsur Pemuda Kampung Sungai liput kecamatan kejuruan muda mendesak kepada Bapak Bupati Aceh Tamiang untuk segera melalukan tindakan atas pemotongan anggaran dana PKT ( Padat Karya Tunai), yang dilakukan oleh perangkat kampung sungai liput pasca bencana ini, anggaran PKT untuk pembersihan saluran drainase pasca bencana saja berani mereka pangkas. Bagaimana dengan dana lainya. Kami unser pemuda kampung sungai liput juga menuntut mereka harus meminta maaf pada masyarakat, atas perbuatan mereka yang menyalahi aturan dalam melaksanakan program Padat Karya Tunai terdampak bencana.
(Kaperwil Aceh)












