Nukila Evanty : “Pemko Batam, Bantulah Nek Amlah & Masyarakat Pasir Panjang Rempang.

NEWS UPDATE
LIPUTAN
KPK .COM
P T .S U A R A W A R T A N U S A N T A R A
S W N
───────────────────────────────────

Liputan KPK – Batam – Kepulauan Riau – Desa Pasir Panjang, Pulau Rempang pernah menjadi sasaran rencana proyek Rempang Eco-City atau Proyek Strategis Nasional (PSN) pada tahun 2023. Nek Amlah (107 tahun), salah satu warga paling lanjut usia di desa tersebut menjadi perhatian karena kegigihannya bertahan di salah satu kampung tua tersebut, demikian informasi yang diterima redaksi pada Selasa (11/03/2026).

Kami meminta tanggapan dari seorang aktivis yang dikenal luas oleh masyarakat, yakni Nukila Evanty, yang kebetulan melakukan kunjungan ke Desa Pasir Panjang Rempang pada 07 hingga 09 Maret 2026.

Nukila Evanty selaku Ketua Inisiasi Masyarakat Adat (IMA) menyampaikan bahwa kunjungannya tersebut bertujuan melepas rindu kepada Nek Amlah yang sudah lama tidak ditemuinya sejak 2024 lalu. Selain itu, ia juga ingin mendengar langsung situasi di lapangan serta kebutuhan masyarakat yang terdampak rencana proyek PSN, termasuk kelompok perempuan, anak-anak dan para lansia.
Mengawali pemaparannya

“Nukila mengatakan bahwa saat ia datang, Nek Amlah tampak masih mengenalinya meskipun sesekali lupa-lupa ingat.
“Nek Amlah memandang saya, lalu berbicara dalam bahasa Melayu. Beliau menyampaikan sedikit kekhawatiran jika harus meninggalkan tanah kelahirannya,” ujar Nukila.

Sambil berbincang, lanjut Nukila, Nek Amlah juga menunjukkan hasil kerajinan tangannya yang dibuat dari daun pandan berupa tikar dan tudung saji. Bahkan, Nek Amlah memberikan sebuah tudung saji kepadanya yang kemudian digunakan Nukila sebagai penutup kepala

“Nek Amlah mengatakan dirinya telah tinggal di Desa Pasir Panjang sejak tahun 1918. Dulu daerah ini masih sangat asri, penuh hutan, dan kehidupan masyarakat sangat bergantung pada laut sebagai nelayan tradisional,” imbuhnya.

Lanjutnya, Nukila juga mengungkapkan bahwa selain Nek Amlah, terdapat sekitar 23 orang lanjut usia lainnya yang tinggal di Desa Pasir Panjang. Menurutnya, beberapa fasilitas dasar memang mulai membaik, seperti adanya Puskesmas yang kini dapat diakses masyarakat.Namun demikian, kondisi rumah bantuan untuk Nek Amlah dinilai masih jauh dari kata layak.

“Keluarga Nek Amlah bersyukur karena ada bantuan, tetapi kondisinya belum memenuhi unsur rumah layak huni. Atap rumah belum selesai. Dari informasi yang saya dapat dari pak RT, pagu bantuan hanya sekitar Rp10 juta. Padahal untuk renovasi rumah Nek Amlah diperkirakan membutuhkan lebih dari Rp20 juta,” jelas Nukila.

Menurutnya, rumah bagi lansia seperti Nek Amlah harus memiliki standar khusus, seperti lantai yang tidak licin, atap yang tidak bocor, serta pintu yang kokoh karena beliau tinggal sendiri.
Selain itu, kondisi toilet di rumah tersebut juga dinilai belum ramah lansia

“Saya melihat toilet terlalu sempit dan bahkan berdekatan tanpa sekat yang memadai. Sementara kondisi kesehatan Nek Amlah saat ini juga mulai mengkhawatirkan,” tambahnya.

Berdasarkan keterangan anak dan cucu Nek Amlah, saat ini beliau sering terbangun pada malam hari untuk ke kamar mandi. Bahkan dalam beberapa kesempatan ia kerap terjatuh.
Karena itu, Nukila meminta Pemerintah Kota Batam untuk memberi perhatian lebih terhadap fasilitas yang ramah bagi lansia

“Pemko Batam bisa membantu menyediakan alat bantu seperti tongkat khusus atau kursi roda agar Nek Amlah tidak mudah terjatuh. Tidak semua lansia mau menggunakan pampers, sehingga fasilitas yang mendukung mobilitas mereka sangat penting,” katanya.

Ia juga merekomendasikan agar Pemerintah Kota Batam menyediakan kendaraan darurat seperti ambulans di wilayah Pasir Panjang.
“Ambulans sangat penting untuk situasi darurat, baik bagi lansia, perempuan yang akan melahirkan, maupun warga yang membutuhkan penanganan medis cepat,” ujarnya.

Selain itu, Nukila juga mendorong agar pemerintah menyediakan vitamin dan suplemen bagi para lansia di wilayah tersebut.

Ia juga menambahkan, Saya sendiri mendengar Nek Amlah mengeluhkan nyeri di tulang punggungnya. Pemerintah harus memahami bahwa lansia di Indonesia memiliki hak yang dijamin oleh negara,

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *