MORUT, liputankpk.com – Proyek penimbunan jalan lingkungan di sejumlah titik di Bungku Utara, Kabupaten Morowali Utara, mulai menjadi sorotan warga.
Salah satunya di Desa Tana Kuraya. Menurut keterangan warga, penimbunan jalan dengan panjang sekitar 200 meter yang dikerjakan pada akhir Desember 2025 kini terlihat bergelombang. Kondisi tersebut diduga disebabkan tidak adanya proses pemadatan yang maksimal dalam pekerjaan tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB), pekerjaan penimbunan jalan pada umumnya telah mencakup proses pemadatan menggunakan alat berat. Namun, sejumlah warga menduga proses tersebut tidak dilakukan secara optimal.
“Banyak proyek penimbunan jalan lingkungan di Bungku Utara yang menurut kami tidak dipadatkan secara maksimal, hanya dihampar begitu saja. Selain itu, setahu kami sebagai warga, proyek tersebut tidak memiliki papan informasi,” ujar Basri, warga setempat, kepada wartawan.
Ia juga menyampaikan bahwa sebagian warga menilai tidak adanya papan proyek membuat kegiatan tersebut terkesan seperti proyek “siluman”.
“Tidak jelas apa maksudnya proyek-proyek itu tidak dipasangkan papan informasi. Kami sebagai warga hanya mempertanyakan hal tersebut,” tambahnya.
Terkait nilai anggaran, menurut perkiraan warga, proyek penimbunan jalan tersebut mencapai nilai yang cukup besar. Namun demikian, hingga kini belum terdapat informasi resmi yang dapat memastikan besaran anggaran tersebut.
Kepala Desa Tanah Kuraya, Tikno, saat dikonfirmasi wartawan, membenarkan adanya kegiatan penimbunan jalan di wilayahnya, namun menyebut pekerjaan tersebut bukan berasal dari Dana Desa (DD), melainkan dari anggaran APBD.
“Itu bukan dari DD, tapi dari APBD,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa berdasarkan pengamatannya, aktivitas proyek tersebut berdampak pada fasilitas desa, salah satunya jembatan plat deker yang mengalami kerusakan setelah dilalui kendaraan pengangkut material.
“Jembatan plat deker yang dilalui truk pengangkut material mengalami kerusakan, dan hingga saat ini belum terlihat adanya perbaikan,” katanya.
Menurutnya, pekerjaan penimbunan jalan tersebut selesai sekitar Desember 2025.
Sementara itu, pihak rekanan yang mengerjakan proyek tersebut telah diupayakan untuk dikonfirmasi wartawan melalui pesan WhatsApp pada (tanggal). Namun, hingga berita ini ditayangkan belum memberikan tanggapan.
Wartawan juga telah berupaya mengonfirmasi pihak instansi terkait guna memperoleh penjelasan lebih lanjut mengenai proyek tersebut. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi.
Laporan: M. Yamin












