PESAN MORAL & PERSATUAN DI MOMENTUM IDUL ADHA 1447 H 🇮🇩 Dari Ranting Muhammadiyah Pakuniran

NEWS UPDATE
LIPUTAN
KPK .COM
P T .S U A R A W A R T A N U S A N T A R A
S W N
───────────────────────────────────

PROBOLINGGO – liputankpk.com-Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah / 2026 Masehi menjadi pengingat penting bagi seluruh masyarakat untuk menjaga persatuan, memperkuat kepedulian sosial, serta mempererat kerukunan antar umat beragama di Indonesia.

Mohon maaf lahir dan batin Bertepatan pada Hari Raya Idul Adha 1447 H / 2026 M

Moh. Amin Hasan S.Pd., S.H., tokoh muda asal Pakuniran sekaligus Ketua Yayasan Bina Sarana Makmur Condong, menyampaikan bahwa Idul Adha bukan hanya tentang penyembelihan hewan kurban, tetapi juga tentang pengorbanan hati, menjaga persaudaraan, dan memperbaiki diri demi kemaslahatan umat serta bangsa.

Menurutnya, kritik yang lahir dari kepedulian tidak seharusnya dianggap sebagai permusuhan.

“Orang kritis bukan berarti gila jabatan. Terkadang kritik lahir karena rasa peduli, bukan karena ambisi pribadi. Sebab organisasi, bangsa, dan umat tidak akan maju jika semua orang hanya diam dan takut bicara.

Kritik untuk membangun itu dibutuhkan. Yang berbahaya bukan orang yang mengingatkan, tetapi budaya yang anti nasihat dan gemar menyingkirkan orang jujur.

Jangan hancurkan orang yang berani berkata benar. Karena bisa jadi merekalah benteng terakhir sebelum sebuah amanah runtuh oleh pujian palsu dan kepentingan pribadi.”

Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak pernah keluar untuk menghancurkan NU, melainkan tetap peduli terhadap marwah perjuangan para ulama dan pendiri NU.

“NU didirikan oleh para kiai besar untuk menjaga agama, umat, dan akhlak, bukan untuk membungkam orang yang berbeda pandangan. Orang yang mencintai organisasi tidak selalu harus diam. Kadang justru yang berani mengkritik dengan niat baik adalah yang masih peduli.”

Dalam pesannya di Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah 1447 Hijriah, Moh. Amin mengajak seluruh masyarakat menjaga toleransi, menjauhi fitnah, serta memperkuat semangat gotong royong demi Indonesia yang damai dan bermartabat.

“Saya tidak takut disidang manusia, karena yang paling penting adalah pertanggungjawaban di hadapan Allah. Jabatan bisa habis, kekuasaan bisa hilang, tetapi ucapan dan tindakan akan dimintai hisab.”

✨ Mohon maaf lahir dan batin.
Mari jadikan Idul Adha sebagai sarana memperkuat ukhuwah, menjaga persatuan bangsa, dan meningkatkan kepedulian kepada sesama.

📌 Penasehat Almarhum: Edi Nirwana
📌 From Ranting Muhammadiyah bucor wetan Pakuniran kabupaten Probolinggo jatim:
Moh. Amin Hasan S.Pd., S.H.

🎓 S.Pd – Institut Zainul Hasan (2016)
🎓 S.H – Institut Ahmad Dahlan (2026)

Penulis : Moh. Amin S.Pd., S.H.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *