Warga Desa Baturube Soroti Penggunaan Mobil BUMDes oleh Mantan Kepala Desa
LiputanKPK.com. Baturube – Sejumlah masyarakat Desa Baturube menyampaikan keluhan terkait penggunaan kendaraan yang disebut sebagai mobil BUMDes oleh mantan kepala desa Awl. Warga menilai status dan pengelolaan kendaraan tersebut perlu dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat karena hingga kini dinilai belum ada kejelasan mengenai proses penyerahannya kepada BUMDes.
Menurut informasi yang berkembang di tengah masyarakat, kendaraan tersebut awalnya merupakan bantuan yang diserahkan pemerintah kepada pemerintah desa. Namun, warga mempertanyakan dasar pengelolaan aset tersebut karena mengaku tidak pernah mengetahui adanya Musyawarah Desa (Musdes) yang secara khusus membahas penyerahan atau pengelolaan kendaraan itu oleh BUMDes Desa Baturube.
“Yang menjadi pertanyaan masyarakat adalah apakah kendaraan tersebut sudah pernah dimusyawarahkan dan diserahkan secara resmi kepada BUMDes untuk dikelola. Sepanjang yang diketahui warga, hal itu belum pernah dibahas secara terbuka dalam forum desa,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Warga juga menyoroti penggunaan kendaraan yang disebut masih digunakan untuk kepentingan pribadi oleh mantan kepala desa Awl. Kondisi tersebut memunculkan berbagai pertanyaan terkait status aset, pengelolaan, serta pertanggungjawaban penggunaannya.
Masyarakat berharap pemerintah desa bersama pihak terkait dapat memberikan penjelasan secara transparan mengenai status hukum kendaraan tersebut, termasuk dokumen serah terima, pencatatan aset, serta dasar pengelolaannya oleh BUMDes apabila memang telah menjadi bagian dari aset usaha desa.
Selain itu, warga meminta agar persoalan tersebut dibahas dalam forum Musyawarah Desa sehingga seluruh elemen masyarakat dapat memperoleh informasi yang jelas dan menghindari munculnya spekulasi di tengah masyarakat.
Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak mantan kepala desa maupun pengelola BUMDes terkait penggunaan kendaraan yang dipersoalkan warga tersebut.
Penulis: Muh. Yamin











