PONTIANAK KALBAR – Liputankpk.com – Ratusan masyarakat bersama berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya turut mengawal pelaksanaan Pawai Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah sekaligus Ziarah Agung dan Haul Akbar ke-225 pendiri Kota Pontianak, Sri Sultan Syarif Abdurrahman Alqadri.
Kegiatan yang menjadi agenda tahunan Keraton Kadriah Pontianak tersebut berlangsung khidmat meski cuaca gerimis menyelimuti Kota Pontianak.
Acara diawali dari Alun-Alun Kapuas dan dihadiri langsung oleh Sultan Pontianak, Syarif Melvin Alqadri,
bersama para sesepuh Keraton Kadriah, unsur Muspida Kota Pontianak, para ulama, tokoh masyarakat, serta kerabat Kesultanan Pontianak yang datang dari berbagai daerah di Indonesia maupun dari luar negeri.
Peringatan Tahun Baru Islam yang dirangkaikan dengan haul pendiri Kota Pontianak ini merupakan tradisi yang terus dilestarikan setiap tahun.
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang jasa-jasa Syarif Abdurrahman Alqadri yang telah mendirikan Kota Pontianak dan meletakkan dasar sejarah serta
peradaban di wilayah Kalimantan Barat.
Rangkaian Ziarah Agung dimulai dengan pawai kendaraan roda empat dan roda dua dari Alun-Alun Kapuas menuju Kompleks Makam Kesultanan Pontianak di Makam Batu Layang. Sepanjang perjalanan, rombongan mendapat
sambutan hangat dari masyarakat yang memadati sejumlah ruas jalan.
Setibanya di kompleks pemakaman para raja dan sultan Pontianak, dilaksanakan prosesi tabur bunga dan pembacaan doa bersama. Prosesi tersebut dipimpin langsung oleh Sultan Pontianak, Syarif Melvin Alqadri,
sebagai keturunan sekaligus cucu dari garis Kesultanan Pontianak, yang menaburkan bunga di makam sang pendiri kota.
Meskipun hujan gerimis turun selama kegiatan berlangsung, antusiasme masyarakat tidak surut. Ribuan warga tetap mengikuti seluruh rangkaian acara dengan tertib dan penuh khidmat sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu yang telah berjasa membangun Kota Pontianak.
Sultan Pontianak berharap kegiatan Ziarah Agung dan Haul Akbar ini dapat terus menjadi sarana edukasi sejarah bagi generasi muda. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan semakin mengenal sosok Syarif Abdurrahman Alqadri sebagai pendiri Kota Pontianak sekaligus meneladani nilai-nilai perjuangan, persatuan, dan kecintaan terhadap daerah yang diwariskannya hingga saat ini. ( Mulyadi )












