Kota Bogor, Jawa Barat || LiputanKPK.com
Bendung Katulampa di Kota Bogor mengalami kekeringan ekstrem setelah tinggi muka air (TMA) Sungai Ciliwung turun hingga 0 sentimeter. Fenomena ini dipicu oleh musim kemarau yang telah berlangsung sekitar satu bulan dengan curah hujan yang sangat minim di kawasan hulu Ciliwung. Kondisi tersebut menjadi salah satu yang paling parah dibandingkan musim kemarau pada tahun-tahun sebelumnya. Senin, 03/08/2026.
Surutnya debit air membuat dasar sungai di kawasan Bendung Katulampa terlihat jelas. Batu-batu besar dan endapan sedimen yang selama ini tertutup aliran air kini muncul ke permukaan. Pemandangan yang biasanya dipenuhi arus deras saat musim hujan berubah menjadi hamparan sungai yang nyaris kering.
Kondisi ini terjadi akibat minimnya hujan di kawasan hulu Sungai Ciliwung selama beberapa pekan terakhir. Berkurangnya pasokan air menyebabkan debit yang mengalir ke Bendung Katulampa terus menurun hingga mencapai titik nol.
Meski demikian, pengelola bendung tetap melakukan pengaturan aliran air menuju saluran irigasi agar kebutuhan pertanian serta ekosistem sungai tetap terjaga. Warga juga diimbau untuk tetap memantau perkembangan cuaca dan menggunakan air secara bijak selama musim kemarau masih berlangsung.
Fenomena mengeringnya Bendung Katulampa menjadi peringatan bahwa dampak musim kemarau tahun ini semakin nyata. Selain mengurangi debit Sungai Ciliwung, kondisi tersebut juga berpotensi memicu kekeringan di sejumlah wilayah yang bergantung pada pasokan air dari kawasan hulu Bogor.
Kemarau Terparah! Bendung Katulampa Bogor Kering Total, Tinggi Muka Air Anjlok hingga 0 Cm

───────────────────────────────────











