Minut,Liputankpk.com-Dugaan tindak pidana korupsi kini mengguncang Desa Ehe, Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara. Berdasarkan informasi dari warga desa, mereka mengaku tidak pernah merasakan manfaat dari dana desa yang seharusnya digunakan untuk pembangunan dan perbaikan fasilitas umum. Kondisi infrastruktur seperti jalan serta fasilitas publik tidak menunjukkan perubahan apapun, bahkan ruang tunggu yang sering digunakan masyarakat untuk menunggu perahu penyebrangan kini rusak dan tidak layak digunakan. Senin 13 Juli 2026
Kepala Desa Ehe Spener Sigandong saat dikonfirmasi awak media menjelaskan bahwa dana desa yang diterima tidak mencukupi karena diduga telah dipotong dari pusat. Menurutnya, dana yang seharusnya diterima desa mencapai lebih dari enam ratus juta rupiah, namun yang akhirnya turun hanya sekitar dua ratus juta rupiah lebih setelah adanya potongan dari tingkat atas.
“Kita sudah berusaha, tapi dana yang datang tidak sesuai dengan yang seharusnya. Seharusnya enam ratus juta lebih, tapi yang kita terima hanya dua ratusan juta saja karena sudah dipotong dari pusat,” ujar Spener Sigandong.
Namun, penjelasan tersebut menuai keraguan masyarakat karena pernyataan soal potongan dari pusat dianggap tidak masuk akal. Apalagi Spener juga menyatakan bahwa sebagian dana desa digunakan untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT), padahal mekanisme BLT sendiri tidak berasal dari alokasi dana desa—karena BLT umumnya disalurkan langsung dari pusat ke rekening masyarakat melalui mekanisme terpisah.
“Pernyataan dia tidak masuk akal. BLT itu bukan dari dana desa, tapi dari pusat langsung ke rakyat. Kalau katanya dana desa dipotong dan digunakan untuk BLT, itu jelas keliru,” ujar salah satu perwakilan warga Desa Ehe.
Selain itu, masyarakat juga mengkritik bahwa alasan kekurangan dana tidak dapat dijadikan pembenaran mengingat kondisi fasilitas yang terus memburuk tanpa upaya perbaikan. Ruang tunggu penyebrangan yang menjadi kebutuhan penting bagi warga kini hanya menjadi reruntuhan yang tidak terawat.
Masyarakat kemudian mengajukan desakan tegas agar Kejaksaan Negeri Kabupaten Minahasa Utara segera mengambil tindakan dengan memanggil dan memeriksa Kepala Desa Ehe Spener Sigandong terkait dugaan korupsi dana desa. Warga berharap penyelidikan dapat dilakukan secara menyeluruh untuk mengungkap kebenaran terkait penggunaan dana yang seharusnya diperuntukkan bagi kemajuan desa dan kesejahteraan masyarakat.
“Dana desa adalah uang rakyat yang seharusnya digunakan untuk membangun desa. Kalau tidak ada perubahan sama sekali, jelas ada yang salah. Kami minta Kejaksaan segera mengusut tuntas agar kita tahu ke mana dana itu pergi,” tegas salah satu perwakilan warga.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari Kejaksaan Negeri Minahasa Utara terkait desakan yang diajukan masyarakat. Publik berharap agar aparat penegak hukum segera memberikan klarifikasi dan mengambil langkah konkret untuk memastikan bahwa dana desa digunakan dengan benar dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
(Tim)
Dana Desa Rp600 Juta Dipertanyakan, Warga Desa Ehe Desak Kejari Minut Periksa Kades: “Ke Mana Anggaran Pembangunan Mengalir?”
Dugaan tindak pidana korupsi kini mengguncang Desa Ehe, Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara. Berdasarkan informasi dari warga desa, mereka mengaku tidak pernah merasakan manfaat dari dana desa yang seharusnya digunakan untuk pembangunan dan perbaikan fasilitas umum. Kondisi infrastruktur seperti jalan serta fasilitas publik tidak menunjukkan perubahan apapun, bahkan ruang tunggu yang sering digunakan masyarakat untuk menunggu perahu penyebrangan kini rusak dan tidak layak digunakan. Senin 13 Juli 2026
Kepala Desa Ehe Spener Sigandong saat dikonfirmasi awak media menjelaskan bahwa dana desa yang diterima tidak mencukupi karena diduga telah dipotong dari pusat. Menurutnya, dana yang seharusnya diterima desa mencapai lebih dari enam ratus juta rupiah, namun yang akhirnya turun hanya sekitar dua ratus juta rupiah lebih setelah adanya potongan dari tingkat atas.
“Kita sudah berusaha, tapi dana yang datang tidak sesuai dengan yang seharusnya. Seharusnya enam ratus juta lebih, tapi yang kita terima hanya dua ratusan juta saja karena sudah dipotong dari pusat,” ujar Spener Sigandong.
Namun, penjelasan tersebut menuai keraguan masyarakat karena pernyataan soal potongan dari pusat dianggap tidak masuk akal. Apalagi Spener juga menyatakan bahwa sebagian dana desa digunakan untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT), padahal mekanisme BLT sendiri tidak berasal dari alokasi dana desa—karena BLT umumnya disalurkan langsung dari pusat ke rekening masyarakat melalui mekanisme terpisah.
“Pernyataan dia tidak masuk akal. BLT itu bukan dari dana desa, tapi dari pusat langsung ke rakyat. Kalau katanya dana desa dipotong dan digunakan untuk BLT, itu jelas keliru,” ujar salah satu perwakilan warga Desa Ehe.
Selain itu, masyarakat juga mengkritik bahwa alasan kekurangan dana tidak dapat dijadikan pembenaran mengingat kondisi fasilitas yang terus memburuk tanpa upaya perbaikan. Ruang tunggu penyebrangan yang menjadi kebutuhan penting bagi warga kini hanya menjadi reruntuhan yang tidak terawat.
Masyarakat kemudian mengajukan desakan tegas agar Kejaksaan Negeri Kabupaten Minahasa Utara segera mengambil tindakan dengan memanggil dan memeriksa Kepala Desa Ehe Spener Sigandong terkait dugaan korupsi dana desa. Warga berharap penyelidikan dapat dilakukan secara menyeluruh untuk mengungkap kebenaran terkait penggunaan dana yang seharusnya diperuntukkan bagi kemajuan desa dan kesejahteraan masyarakat.
“Dana desa adalah uang rakyat yang seharusnya digunakan untuk membangun desa. Kalau tidak ada perubahan sama sekali, jelas ada yang salah. Kami minta Kejaksaan segera mengusut tuntas agar kita tahu ke mana dana itu pergi,” tegas salah satu perwakilan warga.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari Kejaksaan Negeri Minahasa Utara terkait desakan yang diajukan masyarakat. Publik berharap agar aparat penegak hukum segera memberikan klarifikasi dan mengambil langkah konkret untuk memastikan bahwa dana desa digunakan dengan benar dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
(Tim)












