Jakarta || LiputanKPK.com
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Benny K. Harman menyampaikan permintaan maaf setelah pernyataannya saat memberikan keterangan mengenai ketidakhadiran Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama MPR, DPR, dan DPD menuai sorotan. Selasa (11/08/2026).
Pernyataan Benny dinilai tidak pantas karena dianggap merendahkan profesi wartawan yang tengah menjalankan tugas jurnalistik. Sebelumnya, Benny menjelaskan bahwa SBY tidak menghadiri agenda kenegaraan tersebut karena masih menjalani pemeriksaan kesehatan atau check-up di Amerika Serikat. Pemeriksaan kesehatan itu disebut masih berlangsung hingga akhir Agustus 2026.
Penjelasan tersebut disampaikan Benny saat ditemui sejumlah wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Dalam sesi tanya jawab, seorang wartawan kembali menanyakan alasan SBY tidak menghadiri agenda kenegaraan pada 17 Agustus mendatang.
Benny kemudian memberikan respons dengan nada yang menjadi perhatian publik.
“Woi, kau otak kamu ada gak. Saya jelaskan gitu kok. Iya kan. Kalau dia sudah check-up di sana sampai akhir bulan kok masih nanya lagi, banyak wartawan yang aneh-aneh sekarang ini,” ujar Benny.
Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik. Sejumlah pihak menilai pilihan kata yang digunakan Benny tidak semestinya disampaikan kepada wartawan, terlebih dalam konteks kegiatan peliputan di lingkungan parlemen.
Profesi wartawan memiliki fungsi penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Pertanyaan yang diajukan dalam sesi wawancara merupakan bagian dari proses kerja jurnalistik untuk memperoleh kejelasan dan memastikan informasi yang disampaikan kepada publik.
Benny Sampaikan Permintaan Maaf
Menyadari pernyataannya menimbulkan polemik, Benny K. Harman kemudian menyampaikan permintaan maaf. Ia mengakui bahwa respons yang disampaikannya kepada wartawan tidak seharusnya diutarakan dengan cara tersebut. Permintaan maaf itu menjadi upaya Benny untuk meredam polemik yang muncul setelah pernyataannya tersebar dan mendapat perhatian.
Terlepas dari alasan ketidakhadiran SBY, polemik tersebut kembali mengingatkan pentingnya komunikasi yang baik antara pejabat publik dan wartawan.
Dalam menjalankan tugasnya, wartawan memiliki hak untuk mengajukan pertanyaan dan melakukan konfirmasi terhadap informasi yang berkaitan dengan kepentingan publik.
Sementara bagi pejabat publik, setiap pernyataan yang disampaikan kepada media dapat menjadi konsumsi masyarakat luas dan berpotensi menimbulkan persepsi yang berbeda apabila disampaikan dengan pilihan kata yang dianggap tidak tepat.
“Woi, Otak Kamu Ada Gak?” Benny K. Harman Minta Maaf Usai Pernyataannya ke Wartawan Tuai Sorotan

───────────────────────────────────











