Mbay, liputankpk.com — Ribuan warga Kabupaten Nagekeo bersama berbagai organisasi masyarakat, pemuda, dan komunitas lintas agama menggelar Aksi 1000 Lilin di Lapangan Kartini, Mbay, Selasa (19/8/2025) malam. Kegiatan ini digelar sebagai bentuk duka cita mendalam atas gugurnya Prada Lucky Chepril Saputra Namo, prajurit TNI AD asal Nagekeo.

Aksi damai yang dimulai pukul 19.00 WITA tersebut berlangsung khidmat. Masyarakat menyalakan lilin, berdoa bersama lintas agama, dan menyampaikan solidaritas untuk keluarga besar almarhum.
Koordinator umum aksi, Agustinus Bebi Daga, S.IP, mengatakan bahwa kegiatan ini bukan hanya ungkapan belasungkawa, tetapi juga penghormatan atas pengabdian Prada Lucky sebagai putra bangsa.
“Melalui aksi ini kami menyampaikan doa untuk almarhum, memberikan penghormatan atas jasanya, dan menyerukan agar peristiwa yang menimpa Prada Lucky diusut tuntas secara adil dan transparan,” ujar Bebi Daga.
Dalam kesempatan itu, panitia dan peserta aksi menyampaikan lima pesan moral:
1. Belasungkawa kepada keluarga besar almarhum Prada Lucky.
2. Penghormatan atas jasa dan pengabdian almarhum sebagai prajurit TNI AD.
3. Doa lintas iman agar arwah almarhum diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
4. Seruan moral kepada TNI dan aparat penegak hukum untuk menuntaskan penyelidikan secara transparan dan berkeadilan.
5. Pesan persatuan bahwa masyarakat Nagekeo tetap damai, menolak provokasi, dan menjadikan lilin sebagai simbol doa serta solidaritas.
Aksi ini mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk Polres Nagekeo, yang melakukan pengamanan sehingga kegiatan berlangsung tertib dan aman.
Hadir pula sejumlah tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi kepemudaan, Dandim Ngada, Batalion Wakanga Mere Nagekeo, Pemuda Katolik, Orang Muda Katolik, Remaja Masjid (Remas), serta DPD Forum Pemuda NTT Nagekeo dan GMNI.
Panitia menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Nagekeo yang hadir dan turut serta.
“Semoga semangat persatuan dan doa bersama ini menjadi penghiburan bagi keluarga almarhum, serta mengingatkan kita bahwa setiap pengorbanan putra bangsa tidak pernah sia-sia,” tutup Bebi Daga. (AA)












