Dari Rezeki ke Tragedi: Kapal Nelayan Meledak di Pelabuhan Paotere
LiputanKPK.com. Makassar — Subuh di Pelabuhan Paotere, Kecamatan Ujung Tanah, Kota Makassar, mendadak berubah mencekam. Sebuah kapal nelayan yang baru hendak bersandar untuk membongkar hasil tangkapan tiba-tiba meledak, memaksa seluruh awak kapal meloncat ke laut demi menyelamatkan nyawa. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 04.30 WITA, Selasa, (4/2/2026).
Kapal yang terlibat dalam insiden tersebut diketahui bernama KM Risnawati Indah, sebuah kapal nelayan yang dinakhodai Culli Dg Ewa. Saat kejadian, kapal sedang memasuki area pelabuhan untuk bersiap menurunkan ikan sebelum dibawa ke tempat pelelangan.
Menurut keterangan Kepolisian Pelabuhan Makassar, ledakan bermula ketika salah satu anak buah kapal menyalakan mesin bantu yang biasa digunakan sebagai sumber penerangan. Tak lama setelah mesin diaktifkan, muncul kilatan cahaya dari bagian depan kapal yang dengan cepat menjalar ke ruang mesin.
“Dalam hitungan detik, terjadi ledakan cukup keras,” ujar Kepala Sub Seksi Penerangan Masyarakat Polres Pelabuhan Makassar, Aipda Adil.
Dentuman itu sontak memicu kepanikan. Api dan tekanan ledakan membuat para awak kapal tak punya pilihan selain melompat ke laut. Sejumlah nelayan mengalami luka bakar dan cedera serius akibat serpihan serta panas ledakan.
Sebanyak sembilan orang dilaporkan mengalami luka-luka, sementara dua lainnya selamat tanpa cedera namun tetap menjalani pemeriksaan medis. Para korban segera dievakuasi oleh petugas pelabuhan dan warga sekitar, lalu dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat.
Korban luka di antaranya Culli Dg Ewa selaku juragan kapal, Dg Lantik yang mengalami patah kaki kiri, Aldi dan Dg Ngitung yang menderita luka di bagian wajah, serta Rahmat, buruh angkut, dengan cedera di kaki kiri. Korban lain, Dg Rani, mengalami luka pada wajah dan pergelangan tangan kanan, sementara Putra menderita luka bakar di bagian punggung. Dg Tangga mengalami luka pada lengan kiri dan kaki kanan. Bayong alias Sija tidak mengalami luka fisik, namun tetap dirawat secara intensif untuk observasi. Satu awak lainnya, Sampara Jarung Dg Tujuh, dinyatakan selamat tanpa cedera.
“Seluruh korban sudah mendapatkan penanganan medis dan masih dalam pemantauan,” kata Adil.
Hingga kini, penyebab pasti ledakan belum dapat dipastikan. Polisi masih mendalami kemungkinan adanya kebocoran bahan bakar, akumulasi gas, atau faktor teknis lain yang memicu percikan api di dalam kapal.
Untuk mengungkap penyebab kejadian secara menyeluruh, tim INAFIS Polres Pelabuhan Makassar bersama Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulawesi Selatan telah diterjunkan ke lokasi. Aparat melakukan olah tempat kejadian perkara, mengamankan sisa kapal, serta mengumpulkan keterangan dari para saksi.
“Penyelidikan dilakukan secara mendalam untuk memastikan sumber ledakan sekaligus menentukan ada tidaknya unsur kelalaian,” ujar Adil.
Pihak kepolisian juga mengimbau para nelayan dan pengguna jasa pelabuhan agar lebih waspada, khususnya saat mengoperasikan mesin dan peralatan kapal, terutama di area sandar yang padat aktivitas. Aparat meminta publik menunggu hasil resmi penyelidikan dan tidak berspekulasi mengenai penyebab insiden tersebut.
Ledakan ini kembali menyoroti aspek keselamatan kerja di pelabuhan tradisional, tempat aktivitas nelayan berlangsung nyaris tanpa jeda bahkan saat fajar belum sepenuhnya merekah.
Muh. Ilham Nur












