Media, liputankpk.com — Bitung | Pada hari Selasa, 8 Juli 2025, Densus 88 Antiteror Mabes Polri mengadakan kegiatan sinergitas dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat di Kota Bitung, Sulawesi Utara. Kegiatan ini berlangsung di Acara Silaturahmi Boshe’ Caffe, Kelurahan Bitung Timur, Kecamatan Maesa, Kota Bitung. Rabu 9 juli 2025.
Komunitas Kopi Moderasi (KOKOMO) Kota Bitung bersama Densus 88 Antiteror Mabes Polri menjalin sinergi strategis dalam upaya mencegah berkembangnya paham intoleransi, radikalisme, dan terorisme di Sulawesi Utara. Dialog kebangsaan ini dihadiri oleh para tokoh lintas agama sebagai garda terdepan penjaga kerukunan.
Kegiatan ini dipandu langsung oleh narasumber dari Densus 88, Kompol Irfan Umar, yang menyoroti pentingnya kolaborasi aktif masyarakat, khususnya tokoh agama, dalam mendeteksi dan menangkal potensi ancaman yang dapat memecah persatuan bangsa. “Kami dari Densus 88 sangat berharap ruang dialog seperti ini terus hidup dan diperluas,” tegas Kompol Irfan.
Ketua KOKOMO Bitung, Pdt. Robby Kawengian, menyampaikan bahwa pertemuan tersebut merupakan bentuk kesadaran kolektif para pemuka agama untuk terus menjaga iklim toleransi yang telah lama menjadi kekuatan khas Sulawesi Utara. “Ini bukan sekadar silaturahmi, melainkan alarm moral bahwa kebersamaan lintas iman adalah kekuatan utama melawan ideologi kekerasan,” ujar Kawengian.
Dalam forum tersebut, para tokoh sepakat untuk memperkuat jaringan informasi dan memperbanyak agenda dialog moderasi beragama di tengah masyarakat akar rumput. KOKOMO dan Densus 88 juga merencanakan pembentukan sistem deteksi dini berbasis komunitas untuk menangkal isu-isu bernuansa sara dan intoleransi.
Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh agama ternama Kota Bitung, termasuk Ust. Hairuddin Bandu, Dr. Arianto Kadir, Ustad Muhammad Yaskur Gobel, H. Harsono Muhammad, Pdt. Stanly Kansil, Pdt. Tonni Setligh, Pdt. Hendri Naibaho, dan Pdt. Maksum Wullur. Kehadiran para tokoh agama ini menunjukkan komitmen mereka dalam menjaga kerukunan dan toleransi di Sulawesi Utara.
Langkah kolaboratif ini kian mempertegas posisi Sulawesi Utara sebagai salah satu provinsi paling toleran di Indonesia. Dengan demikian, kegiatan ini menjadi contoh nyata bahwa ketahanan bangsa dimulai dari harmoni di tingkat lokal, dan sinergi antara tokoh agama dan tokoh masyarakat diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia dalam menjaga kerukunan dan toleransi.




Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh agama ternama Kota Bitung, termasuk Ust. Hairuddin Bandu, Dr. Arianto Kadir, Ustad Muhammad Yaskur Gobel, H. Harsono Muhammad, Pdt. Stanly Kansil, Pdt. Tonni Setligh, Pdt. Hendri Naibaho, dan Pdt. Maksum Wullur. Kehadiran para tokoh agama ini menunjukkan komitmen mereka dalam menjaga kerukunan dan toleransi di Sulawesi Utara.







