Keluang, Muba, liputankpk.com – Aktivitas pengeboran minyak ilegal (illegal drilling) kembali ditemukan di areal Hak Guna Usaha (HGU) PT Hindoli, Desa Tanjung Dalam, Kecamatan Keluang, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), pada Jumat dini hari, 11 Juli 2025, sekitar pukul 02.00 WIB.
Pantauan tim media di lokasi, tepatnya di kawasan Kobra Tiga Pintu Air Empat, menemukan adanya aktivitas pemolotan minyak yang dilakukan oleh sejumlah pekerja. Dugaan keterlibatan salah satu oknum perangkat desa turut mencuat dalam aktivitas tersebut.
Seorang pekerja di lokasi, yang enggan disebutkan namanya, mengaku hanya sebagai buruh harian dan menyebut bahwa kegiatan pemolotan tersebut berada di bawah koordinasi seseorang yang dikenal sebagai “Pak Gatot.” Nama tersebut, menurut keterangan pekerja, merujuk pada seorang Sekretaris Desa aktif di desa rantau panjang
“Kami cuma kerja. Ini sumur Pak Gatot,” ujarnya. “Gaji kami dihitung per drum, sekitar Rp50 ribu, dan dapat dua jerigen minyak untuk makan.”
Pekerja itu juga menyebut terdapat lima titik pengeboran di lokasi, dengan salah satunya sudah tidak aktif. Saat ditanya lebih lanjut, ia menyebut bahwa “Pak Gatot” masih aktif menjabat sebagai Sekretaris Desa.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tindakan dari pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Keluang maupun Polres Muba terkait dugaan aktivitas pengeboran minyak ilegal tersebut. Padahal, informasi seputar keterlibatan oknum aparatur desa sempat ramai diperbincangkan masyarakat.
Salah seorang warga yang tidak ingin disebutkan namanya mengungkapkan kekhawatirannya atas lambannya penindakan oleh aparat. Ia menyatakan bahwa aktivitas pengeboran minyak ilegal sudah sering terlihat di wilayah tersebut.
“Seharusnya pihak berwenang lebih cepat bertindak. Wilayah ini bukan tempat baru, aktivitas seperti ini sudah sering terjadi,” ujarnya.
Terkait hal ini, berbagai kalangan masyarakat berharap agar aparat penegak hukum dapat segera menyelidiki dugaan keterlibatan oknum perangkat desa, dan menindaklanjuti informasi yang berkembang di lapangan.
Pihak media juga telah berupaya menghubungi pihak yang bersangkutan untuk mendapatkan klarifikasi. Namun hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi kepada Sekretaris Desa yang dimaksud belum berhasil.
Kami terus memantau perkembangan kasus ini dan tetap membuka ruang klarifikasi dari semua pihak terkait, termasuk aparat penegak hukum serta pihak pemerintah desa.
Reporter: AJ












