Dirut RSUD Padjonga Dg Ngalle Kab Takalar memberikan klarifikasi resmi
LiputanKPK.com. Takalar — Polemik terkait meninggalnya seorang pasien asma bernama Hasniah Dg. Ngai di RSUD Padjonga Dg. Ngalle viral perhatian di publik. Dugaan kelalaian, seperti kehabisan oksigen hingga lambatnya respons petugas, sebelumnya mencuat setelah disampaikan pihak keluarga.
Menanggapi hal tersebut, manajemen RSUD Padjonga Dg. Ngalle memberikan klarifikasi resmi.Direktur RSUD, dr. Ruslan, menegaskan bahwa semua tuduhan atas kelalaian itu tidak benar karena pelayanan medis terhadap pasien telah dilakukan sesuai prosedur.
Menurut dr. Ruslan, sejak pertama kali masuk hingga dinyatakan meninggal dunia, petugas tidak pernah meninggalkan area Instalasi Gawat Darurat (IGD). Seluruh kebutuhan oksigen di ruang IGD dipasok melalui sistem oksigen sentral yang dipantau secara ketat.
Direktur Pasien berada di IGD sepanjang perawatan.Di IGD kami memakai oksigen sentral dan itu selalu dikontrol oleh petugas,
Jelas dr. Ruslan Kamis (27/11/2025).
Dirut menegaskan bahwa berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP), IGD tidak boleh mengalami kekosongan oksigen, obat maupun alat penunjang lainnya, karena bagian tersebut merupakan titik paling krusial dalam penanganan darurat.
Pelayanan di IGD wajib optimal karena merupakan fase penanganan awal yang menentukan hidup mati pasien,” tegasnya.
Pihak rumah sakit juga menyampaikan bahwa dokter yang menangani pasien di IGD telah memberikan laporan medis lengkap kepada manajemen. Dalam laporan itu dijelaskan bahwa pasien datang dalam kondisi asma akut berat, kondisi medis yang dapat memburuk dengan sangat cepat meskipun tindakan emergensi telah dilakukan.
Muh. Ilham Nur












