Guncangan Politik Sumut! Bupati Langkat Syah Afandin Diduga Terjaring OTT KPK di Tengah Acara APKASI”

NEWS UPDATE
LIPUTAN
KPK .COM
P T .S U A R A W A R T A N U S A N T A R A
S W N
───────────────────────────────────

 

JAKARTA – Liputankpk.com

Gelombang Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengguncang dunia politik Sumatera Utara. Kali ini, sorotan tajam mengarah pada Bupati Langkat, H. Syah Afaddin, atau yang akrab disapa “Ondim”, yang dikabarkan terjaring dalam operasi penyidik antirasuah pada Kamis sore (2/7/2026).

Kabar mengejutkan ini mencuat tepat saat Bupati Langkat sedang menghadiri acara Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI). Penangkapan tersebut diduga merupakan hasil pengembangan dari penangkapan seorang ajudan sebelumnya pada Kamis siang terkait dugaan penerimaan gratifikasi.

Konfirmasi Sumber Internal KPK
Meski belum ada rilis resmi, sumber terpercaya dari lingkungan KPK di Jakarta membenarkan adanya pengamanan terhadap orang nomor satu di Langkat tersebut.

“Iya, diamankan. Ini hasil pengembangan dari kasus ajudan tadi siang. Ada pejabat lain juga yang turut diamankan,” ujar sumber tersebut, Kamis malam.

Sumber itu menambahkan bahwa motif penangkapan berkaitan erat dengan dugaan suap atau gratifikasi dalam proyek-proyek pemerintah daerah. Namun, ia meminta publik menunggu konferensi pers resmi KPK untuk detail perkara yang lebih spesifik. “Detailnya tunggu saja preskon KPK,” tutupnya singkat.

Libatkan Oknum DPRD & Proses Evakuasi ke Jakarta
Informasi tambahan menyebutkan bahwa selain Bupati Langkat, KPK juga mengamankan seorang oknum anggota DPRD Sumatera Utara. Hal ini mengindikasikan bahwa jaringan korupsi yang dibongkar KPK mungkin melibatkan kolusi antara eksekutif dan legislatif di tingkat provinsi maupun kabupaten.

Para tersangka sempat dibawa ke Polrestabes Medan untuk pemeriksaan awal dan administrasi sebelum diterbangkan ke Jakarta untuk proses hukum lebih lanjut di Gedung Merah Putih KPK.

KPK Masih Bungkam
Saat dikonfirmasi terpisah, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, belum dapat memberikan tanggapan atau konfirmasi resmi terkait operasi di Sumatera Utara tersebut. Protokol ketat KPK biasanya baru akan membuka informasi setelah semua tersangka berhasil diamankan dan barang bukti diamankan.

Pekan Kelam bagi Kepala Daerah
Jika kabar ini benar, maka pekan ini menjadi masa kelam bagi para kepala daerah di Indonesia. Hanya berselang dua hari setelah KPK menangkap Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, Suhardiman Amby, kini giliran Bupati Langkat yang terseret kasus hukum. Deretan penangkapan ini menunjukkan keseriusan KPK dalam membersihkan praktik korupsi di tingkat pemerintahan daerah, tanpa pandang bulu.

Publik kini menantikan klarifikasi resmi dan transparansi proses hukum terhadap dugaan korupsi yang merugikan negara ini.

(Warianto)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *