Gus Haris Prioritaskan Perbaikan Jalan Rusak, “Ngantor di Kecamatan” Serap Aspirasi Warga Pakuniran

NEWS UPDATE
LIPUTAN
KPK .COM
P T .S U A R A W A R T A N U S A N T A R A
S W N
───────────────────────────────────

Probolinggo, liputankpk.com — Bupati Probolinggo, Gus dr. Mohammad Haris bersama Wakil Bupati Lora Fahmi kembali melanjutkan program andalan “Ngantor di Kecamatan” yang kali ini digelar di Kecamatan Pakuniran, Senin (23/6/2025). Kegiatan ini menjadi ruang komunikasi langsung antara pemerintah daerah dengan masyarakat, sekaligus upaya untuk mempercepat penanganan berbagai persoalan di wilayah bawah.

Agenda diawali dengan pemaparan potensi wilayah oleh Plt Camat Pakuniran, Hasan Zainuri. Ia menyampaikan bahwa Kecamatan Pakuniran memiliki banyak potensi unggulan, wisata air terjun dan bidang pertanian, khususnya tanaman tembakau dan industri kerajinan, industri kerajinan kayu berbahan serat eksotis untuk pasar ekspor (tomur kayu )“Mayoritas masyarakat menggantungkan hidup dari pertanian, khususnya tanaman tembakau. Selain itu, industri kayu berbahan serat eksotis untuk ekspor juga berkembang di sini,” ujar Hasan.

Menurutnya, potensi lokal ini perlu mendapat perhatian dan penguatan dari Pemkab agar bisa berkembang lebih maksimal dan berkontribusi pada peningkatan ekonomi masyarakat.

Menanggapi hal itu, Bupati Haris menegaskan bahwa pemerintah daerah kini tengah fokus mempercepat pembangunan infrastruktur, khususnya perbaikan jalan rusak yang tersebar di berbagai wilayah. “Saat ini masih ada 905 kilometer jalan rusak di Kabupaten Probolinggo. Dalam dua hingga tiga tahun ke depan, kami akan gaspol untuk memperbaikinya,” kata Gus Haris disambut tepuk tangan warga yang hadir.

Untuk mendukung program ini, Pemkab bahkan berencana membangun pabrik paving sendiri. Menurutnya, ini akan membantu mempercepat proses pembangunan jalan sekaligus menekan biaya. “Anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp1,47 triliun. Kita butuh kerja sama semua pihak, termasuk DPRD dan para kepala desa, agar benar-benar menjadikan infrastruktur sebagai prioritas bersama,” tegasnya.

Tak hanya soal infrastruktur, sejumlah aspirasi masyarakat juga disampaikan langsung kepada Bupati dan Wabup. Di antaranya adalah rendahnya honor Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang saat ini masih di angka Rp200 ribu per bulan, serta harapan peningkatan kesejahteraan bagi guru madrasah diniyah (madin). Dalam tanggapannya, Gus Haris menyampaikan bahwa hal-hal tersebut sudah dalam perhatian Pemkab dan akan ditindaklanjuti secara bertahap.

“Keluhan seperti ini hampir sama di semua kecamatan. Termasuk kami juga punya banyak keluhan, hehehe,” canda Bupati yang disambut tawa hadirin. Meski demikian, ia menegaskan bahwa seluruh sektor sedang dibenahi perlahan namun pasti.

Sebagai bagian dari strategi percepatan pembangunan, Gus Haris menjelaskan bahwa Pemkab telah membentuk tiga satuan tugas (Satgas) utama, yakni Satgas Infrastruktur, Satgas Pengentasan Kemiskinan, dan Satgas Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Satgas ini melibatkan berbagai elemen, mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), relawan, hingga masyarakat sipil.

“Membangun Probolinggo tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah daerah. Harus ada kolaborasi, sinergi, dan gotong royong dari semua elemen masyarakat,” pungkas Gus Haris.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Ketua TP PKK Ning Marisa, Sekda Kabupaten Ugas Irwanto, para anggota DPRD, pimpinan OPD, kepala desa, tokoh masyarakat, serta ratusan warga yang antusias menyambut kehadiran pimpinan daerah di wilayah mereka.

Penulis: Moh. Amin

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar