HEBOH! Pelaku Pembacokan Pria Tidur di Gunung Meriah Dibekuk dalam 9 Jam, Warga Apresiasi Gercep Polisi!

NEWS UPDATE
LIPUTAN
KPK .COM
P T .S U A R A W A R T A N U S A N T A R A
S W N
───────────────────────────────────

Aceh Singkil, | liputankpk.com ~ Hanya dalam kurun waktu sembilan jam, Kapolres Aceh Singkil, AKBP Joko Triyono SIK, MH., melalui Kasat Reskrim AKP Darmi Arianto Manik, S.H., bersama Kapolsek Gunung Meriah IPTU Mizan SE, berhasil membekuk YK, seorang pria terduga pelaku penganiayaan berat menggunakan senjata tajam terhadap korban SB di Desa Lae Butar. Penangkapan dramatis pada Minggu (28/12/2025) ini dilakukan setelah YK sempat mencoba melarikan diri, namun kesigapan aparat membuat perburuannya berakhir cepat.

Insiden mengerikan ini terungkap pada Minggu dini hari, sekitar pukul 05.00 WIB. Warga Desa Lae Butar dikejutkan dengan kondisi SB yang berlumuran darah dan segera membawa korban ke Polsek Gunung Meriah. SB diduga kuat menjadi korban pembacokan saat sedang dalam kondisi tak berdaya. Melihat urgensi situasi, personel Polsek Gunung Meriah langsung bertindak cepat, membawa SB ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Singkil untuk penanganan medis darurat dan proses visum et repertum sebagai bukti penting dalam penyelidikan.

Tak menunggu lama, setelah menerima laporan resmi dari pihak keluarga korban, Kapolres Aceh Singkil AKBP Joko Triyono menyebut, unit Reskrim Polsek Gunung Meriah berkoordinasi erat dengan Satreskrim Polres Aceh Singkil. Tim gabungan ini langsung bergerak cepat mendatangi lokasi kejadian (TKP) untuk melakukan olah TKP secara detail dan mengumpulkan keterangan dari para saksi mata. Informasi-informasi krusial pun mulai terkumpul, menunjuk pada YK sebagai terduga pelaku utama.

Setelah melancarkan aksinya, YK mencoba menghilangkan jejak dan melarikan diri dari TKP. Namun, tim gabungan yang telah mengantongi identitasnya segera melancarkan perburuan intensif di seluruh wilayah Kecamatan Gunung Meriah. Ketegangan menyelimuti pencarian ini, namun upaya tak kenal lelah aparat akhirnya membuahkan hasil signifikan.

Sekitar pukul 14.00 WIB di hari yang sama, hanya sembilan jam setelah insiden, informasi vital tiba dari masyarakat. YK terdeteksi bersembunyi di salah satu rumah warga di Desa Pandan Sari, Kecamatan Gunung Meriah. Tanpa membuang waktu sedetik pun, tim langsung menyergap lokasi persembunyian tersebut. Saat diamankan, YK ditemukan baru saja terbangun dari tidurnya. Ia tak mampu berbuat banyak dan tidak melakukan perlawanan sama sekali.

Dalam pemeriksaan awal, YK mengakui perbuatannya dengan lugas. Ia secara terang-terangan mengaku telah menganiaya korban SB yang saat itu sedang tertidur lelap, menggunakan sebilah parang. Sebuah pengakuan yang menguak sisi kelam insiden tersebut.

Saat ini, YK telah resmi ditahan dan digelandang ke Polsek Gunung Meriah untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Pihak kepolisian masih terus mendalami motif sebenarnya di balik aksi penganiayaan berat ini. Atas perbuatannya, YK terancam dijerat pasal berlapis tindak pidana penganiayaan berat dengan ancaman pasal 351 ayat 1 dan dua KUHP.

Warga Apresiasi Cepatnya Penangkapan, Tuntut Hukuman Setimpal

Penangkapan cepat YK disambut gembira dan antusias oleh masyarakat Aceh Singkil. Mereka menyampaikan apresiasi dan ribuan terima kasih atas kinerja sigap Polsek Gunung Meriah dan Polres Aceh Singkil. “Kami sangat bahagia pelaku bisa ditangkap secepat ini. Hanya dalam hitungan jam pelaku sudah diamankan. Ini menunjukkan polisi kita gercep!” ujar salah seorang warga yang tidak ingin disebutkan namanya. Masyarakat berharap pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal sesuai dengan perbuatannya.

Kasus ini kembali menjadi pengingat pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakat, serta menegaskan kesigapan dan profesionalisme aparat penegak hukum dalam memberikan rasa aman dan menindak tegas setiap tindak kejahatan yang meresahkan.
{*}

Jurnalis : Khalikul Sakda

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *