Kematian Ibu Hamil di Takalar: Kelalaian Layanan Darurat Puskesmas dan Lemahnya Pengawasan Dinas Kesehatan Jadi Sorotan
TAKALAR – Jum’at, 22/8/2025. Kasus meninggalnya Shelly Agustina Bahar, seorang ibu hamil delapan bulan sekaligus anggota Satpol PP Kabupaten Takalar, di Kecamatan Sanrobone, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, mengundang sorotan tajam dari berbagai pihak. Salah satu sorotan keras datang dari Dewan Pengurus Cabang (DPC) Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Suara Panrita Keadilan Kabupaten Takalar, yang mengecam lambannya respons Puskesmas Sanrobone serta lemahnya pengawasan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar.
Peristiwa memilukan ini terjadi pada Selasa (19/8/2025) dini hari, saat Shelly tiba-tiba pingsan di rumahnya sekitar pukul 03.00 WITA dengan kondisi mulut dan hidung mengeluarkan busa. Sang ibu, Herningsyah (45), yang panik bergegas membawa Shelly ke Puskesmas Sanrobone, yang jaraknya hanya 50 meter dari rumah mereka, untuk meminta ambulans. Namun, upaya tersebut sia-sia karena Puskesmas tidak memiliki sopir ambulans saat itu.
Muslimin, Ketua DPC LBH Suara Panrita Keadilan, mengungkapkan kekecewaan terhadap respons Puskesmas yang terkesan lamban dan tidak profesional. “Kelalaian fatal terjadi di sini. Ambulans dan sopir bukanlah fasilitas tambahan, tapi kewajiban dasar dalam pelayanan darurat. Tidak tersedianya sopir ambulans menunjukkan lemahnya pengawasan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar,” ujarnya.
Keluarga korban yang sudah berulang kali memastikan ketersediaan ambulans di Puskesmas akhirnya membawa Shelly menggunakan mobil pikap milik tetangga menuju RSUD Padjonga Daeng Ngalle. Meski sempat mendapatkan penanganan di ruang persalinan, nyawa Shelly dan bayinya tak terselamatkan.
Plt Kepala Puskesmas Sanrobone, dr. Suntari, menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut dan berjanji akan melakukan audit internal serta evaluasi sistem pelayanan agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar, dr. Nilal, hingga saat ini belum memberikan tanggapan resmi terkait kasus ini, yang menimbulkan kekecewaan dan desakan publik agar pemerintah daerah segera mengambil tindakan tegas.
Kasus ini memunculkan pertanyaan serius mengenai kesiapan layanan gawat darurat di seluruh Puskesmas di Kabupaten Takalar, khususnya bagi ibu hamil yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat. Publik menuntut peningkatan standar pelayanan kesehatan serta pengawasan yang lebih ketat demi mencegah tragedi serupa kembali terjadi.
Muh. Ilham Nur












