Bekasi, liputankpk.com
Menjelang HUT RI ke 80 dan Dirgahayu Kab Bekasi ke 75, Kab Bekasi di “hadiahi” kiriman limbah yang mencemari aliran kali Cilemahabang pintu 7 Desa Waluya Kecamatan Cikarang Utara Kab Bekasi, di tandai dengan air yang berbuih dan berbusa yang pekat hampir sejauh 2 kilo meter, di duga pencemaran berasal dari limbah Industri yang di buang ke aliran sungai, seperti di lansir akun tiktok BR Media Offcial ( https://vt.tiktok.com/ZSS9xe3bB/) selasa, 5 Agustus 2025.
Hal tersebut mendapat tanggapan serius dari M.Irsyam pengamat sosial Kab Bekasi, pasalnya lokasi terjadinya pencemaran tersebut berada dekat dengan orang no 2 di Kab Bekasi, seharusnya ada tindakan tegas, lakukan investigasi mendalam, kerahkan TIM LH dan Satpol PP sebagai penegak perda dan pihak kepolisian untuk mencari tindak pidana khusus yaitu dugaan pencemaran lingkungan, jika tidak ada tindakan tegas maka, jangan salahkan publik, menduga ada oknum pejabat berwenang yang “bermain” sehingga pencemaran kali cilemahabang kembali terulang.
Lanjut, M Irsyam menambahkan bahwa dugaan ada oknum yang bermain, karena pada tanggal 12 Juli 2025 terjadi pencemaran kali cilemahabang karena air berbuih dan menghitam, dan sudah ada tim dari Dinas Lingkungan Hidup Jawa Barat melakukan investigasi, namun sampai saat ini, belum ada informasi tindakan atau temuan Pabrik mana yang membuang limbah ke aliran kali cilemahabang, padahal mudah, kalau Pemerintah memang serius, pasang cctv di sekitar pabrik yang di curigai, sehingga akan memilik bukti untuk di bawa ke ranah hukum.
” Kejadian seperti ini adalah hadiah yang memalukan, di mana menjelang HUT RI ke 80 dan HUT Kab Bekasi ke 75 masih terjadi pencemaran lingkungan di kali Cilemahabang yang dapat merugikan dan membahayakan masyarakat sekitar, ini adalah kejahatan lingkungan, seharus nya Pemerintah Kab Bekasi segera bertindak, terlebih lokasi dekat dengan kediaman wakil Bupati Kab Bekasi, ayo tindak tegas, ” Ujar M.Irsyam geram.
Ketika media menkonfirmasi dan meminta tanggapan wakil Bupati H. Asep Surya Atmaja lewat pesan what’sapp, dan di jawab ucapan terimakasih untuk informasinya, dan sampai saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang.
Di lokasi berbeda, Saeful Islam wakil rakyat dari komisi 3 sudah panggil pihak Jababeka dan sudah juga ke lapangan, hasilnya tidak ditemukan apa yang sebelumnya disangkakan. Lalu kami juga lakukan sidak ke wwtp PT Hyundai dan hasilnya juga positif. Artinya air yg mereka buang di sungai sudah sesuai baku mutu air, tidak berwarna dan tidak bau juga. Dan Kami juga akan sidak ke beberapa kawasan industri yang ada
” Sementara hasil penelitian LH, sebagian limbah itu sekitar 60% dihasilkan dari limbah rumah tangga,” Ujar Saeful Islam ( red )












