Ribuan Santri dan Alumni Probolinggo Siap Turun Jalan!, Aksi Damai Bela Kiai & Pesantren: Seruan Persatuan dan Kehormatan Ulama

Aksi Damai Bela Kiai Pesantren: Seruan Persatuan dan Kehormatan Ulama
NEWS UPDATE
LIPUTAN
KPK .COM
P T .S U A R A W A R T A N U S A N T A R A
S W N
───────────────────────────────────

Probolinggo–liputankpk.17,Oktober,2025. semangat santri dan alumni pesantren dari seluruh penjuru Kabupaten dan Kota Probolinggo siap menggema pada Ahad, 19 Oktober 2025.

Dalam satu suara dan langkah, mereka akan menggelar Aksi Damai “Bela Kiai dan Pesantren” — sebuah gerakan cinta dan penghormatan kepada para ulama dan lembaga pesantren yang selama ini menjadi benteng akhlak bangsa.

Aksi Damai Bela Kiai Pesantren: Seruan Persatuan dan Kehormatan Ulama

Aksi akan dimulai pukul 08.00 WIB dari Lapangan Pajarakan dan berakhir di Kantor DPRD Kabupaten Probolinggo.

Kegiatan ini digagas oleh HIMASAL Probolinggo dan FKPP Probolinggo sebagai bentuk protes atas tayangan di salah satu program Trans7 yang dinilai menodai citra pesantren dan kiai di Indonesia.

 

> “Ini bukan hanya tentang Lirboyo. Ini tentang marwah semua pesantren di negeri ini! Kita semua terdampak, dan saatnya kita bersuara bersama,”

tegas KH. Hafidzul Hakiem Noer (Gus Hafid), Pengasuh Ponpes Nurul Qodim Paiton sekaligus Ketua PCNU Kraksaan masa khidmat 2025–2030.

 

Rapat koordinasi HIMASAL Probolinggo dan FKPP Probolinggo

 

Beliau menyerukan seluruh elemen FKPP, para alumni, serta masyarakat untuk bersatu membela kehormatan pesantren dan kiai.

 

Sementara itu, KH. M. Hasan Nauval (Gus Boy) dari Ponpes Zainul Hasan Genggong yang juga Ketua HIMASAL Probolinggo, menegaskan bahwa aksi ini akan berlangsung damai, religius, dan bermartabat.

 

> “Kita akan merapatkan barisan. Aksi ini bukan untuk marah, tapi untuk menjaga marwah. Kita isi dengan tawasul, istighosah, orasi, mahallul qiyam, dan sholawat Asghil. Semua demi kemuliaan pesantren dan persatuan umat,” ujarnya penuh semangat.

 

HIMASAL Probolinggo dan FKPP Probolinggo bersatu

 

Para peserta dihimbau mengenakan baju putih, sarung atau bawahan gelap, serta kopiah atau jilbab hitam sebagai simbol kesucian, persatuan, dan kekompakan santri.

 

Aksi ini bukan sekadar unjuk rasa — ini adalah seruan hati santri untuk menjaga kehormatan ulama dan pesantren!

Mari kita hadir, satukan langkah, gemakan sholawat, dan tunjukkan bahwa santri siap membela kiai dan pesantrennya!

 

> Santri Bersatu – Bela Kiai, Jaga Marwah Pesantren!

Ahad, 19 Oktober 2025 | 08.00 WIB | Lapangan Pajarakan – DPRD Probolinggo

 

Penulis: Amin

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *