Nagekeo, LiputanKPK.com – 4 Agustus 2025 – Proses evaluasi terhadap pengadaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Kabupaten Nagekeo tahun 2024 terus berlanjut. Ketua Tim Audit P3K, Bapak Alex Jata, menyampaikan bahwa tim telah melakukan ekspose hasil audit kepada Wakil Bupati Nagekeo dan saat ini menunggu tanggapan dari BKPP Kabupaten Nagekeo.
“Ekspose telah kami lakukan pada Kamis, 31 Juli 2025, bertempat di Ruang Bupati Nagekeo. Selanjutnya kami masih menanti tanggapan resmi dari pihak BKPP,” ujar Alex kepada wartawan.
Audit terhadap proses seleksi P3K 2024 ini dilakukan menyusul adanya dugaan manipulasi data dalam perekrutan, yang sempat menuai reaksi dari berbagai pihak, terutama dari kalangan mantan Tenaga Harian Lepas (THL) di lingkungan Pemda Nagekeo.

Secara terpisah, Carles Nugie, Sekretaris Forum Eks Tenaga Harian Lepas (THL) Kabupaten Nagekeo, menyampaikan apresiasinya terhadap kinerja tim audit.
“Walaupun waktunya cukup lama, kami tetap mengapresiasi kinerja Tim Audit P3K. Kami harap hasil audit ini membawa keadilan bagi kami yang pernah mengabdi bertahun-tahun sebagai THL,” tegas Carles.

Sementara itu, Aris Jawa, selaku Humas Forum Eks THL Nagekeo, juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Nagekeo yang telah mendengarkan aspirasi para eks THL dan meresponsnya dengan membentuk tim audit secara cepat.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Nagekeo karena bersedia mendengarkan suara kami. Pembentukan Tim Audit P3K ini adalah bentuk keberpihakan yang nyata terhadap keadilan,” ujar Aris.
Lebih lanjut, Aris juga meminta perhatian dari Pemerintah Daerah agar para eks THL dapat difasilitasi dalam skema P3K Paruh Waktu di masa mendatang.
“Kami berharap ada skema P3K Paruh Waktu sebagai solusi agar teman-teman eks THL tetap bisa terakomodir dalam sistem kepegawaian daerah,” pinta Aris.
Hingga saat ini, masyarakat dan para mantan THL masih menanti kejelasan dari hasil audit dan langkah lanjutan dari BKPP Kabupaten Nagekeo. Transparansi dan keberpihakan terhadap pengabdian tenaga lokal menjadi harapan utama publik.
Pewarta: Bebi Daga












