Toba-liputankpk.com
Memasuki hari ketujuh pencarian, tim SAR gabungan masih belum menemukan tanda-tanda keberadaan Fr Cristoper Rustam Muda Dua (21), korban yang tenggelam di Air Terjun Situmurun Kecamatan Lumbanjulu, Kabupaten Toba Provinsi Sumatera Utara. Kejadian ini terjadi pada Sabtu, 11 April 2026 siang
Berbagai upaya dilakukan Tim SAR (gabungan dari Basarnas Danau Toba, Kepolisian, Koramil, TNI AL dan BPBD Toba) di hari ketujuh ini tidak membuahkan hasil, maka proses pencarian dihentikan dan atau ditutup, pada Jumat (17/4/2026)
Basarnas Danau Toba dan Tim gabungan sejak pagi kembali menyisir di permukaan Danau Toba dan sekitarnya, tepatnya di titik terakhir korban terlihat. Penyisiran dilakukan secara intensif, guna memastikan tidak ada titik yang terlewat.
Berbagai upaya pun dilakukan untuk memaksimalkan pencarian. Salah satunya Basarnas mengerahkan alat pendeteksi tubuh di dalam air guna mempercepat proses pencarian. Cara ini ditempuh agar tubuh korban lebih mudah terdeteksi
Kapolres Toba AKBP V.J Parapaga, S.I.K, melalui Plt Kasi Humas Ipda Khairudin menyebutkan bahwa tim telah meningkatkan radius pencarian secara signifikan pada hari ketujuh ini.
Orang tua korban bersama keluarga dan Romo dari Universitas Filsafat UNIKA ST.Medan melakukan ibadah di lokasi
Guru Spiritual melakukan ritual/doa bersama dengan orang tua korban dan keluarga korban.
Tim Penyelam dari TNI AL, Basarnas, BPBD Kabupaten Toba, dan PT.Aqua Fam Nusantara yang berjumlah 5 (Lima) orang melakukan penyelaman ke dasar air Danau dengan kedalaman 50 Meter. Tak berapa lama, tim penyelam kembali ke permukaan tapi korban belum ditemukan
Lalu dilakukan pemantauan lewat udara dengan alat drone kamera di sekitar lokasi Air Terjun Situmurun sejauh 1,4 Kilometer dengan rincian 900 Meter ke arah Desa Hutanamora dan 500 Meter kearah Desa Jonggi Nihuta Namun Tidak ada tanda-tanda Korban mengapung di permukaan air Danau, kata Ipda Khairuddin
Kemudian dilakukan pemantauan di dalam air danau di sekitar lokasi air terjun situmurun dengan kedalaman 100 meter menggunakan alat drone kamera tapi korban belum berhasil ditemukan
Pada pukul 15.00 Wib Penyelam dari Basarnas, TNI AL dan Aqua Farm Nusantara batal melakukan penyelaman dikarenakan cuaca hujan. Selanjutnya dilakukan Pemantauan udara di sekitar lokasi Air Terjun Situmurun dengan menggunakan drone kamera.
Basarnas di dampingi Personil Polsek Lumbanjulu, TNI AL, BPBD Kabupaten Toba dan Kepala Desa menyampaikan kepada keluarga korban bahwa pencarian terhadap Korban dinyatakan berakhir dengan korban tidak berhasil ditemukan, ujarnya
Selama Pencarian telah dilakukan Penyelaman dengan menggunakan Pendeteksian Tubuh Korban di dalam Air dan pemantauan dengan Drone di dasar Danau dengan kedalaman 100 Meter. Pemantauan dengan Drone diatas pernukaan Air sejauh 1400 Meter namun Korban masih belum dapat ditemukan.
Beberapa Guru Spiritual hadir selama pencarian dengan meminta kepada Penunggu Danau untuk mempermudah pencarian tapi korban belum ditemukan.
Delam pencarian ini melibatkan Basarnas Danau Toba, BPBD Kabupaten Toba, Polres Toba, Koramil Lumbanjulu, TNI-AL, PT.Aqua Farm Nusantara, Kelurga korban dan Masyarakat.
Selama tujuh hari pelaksanaan pencarian, tim gabungan telah melakukan upaya maksimal untuk menemukan korban.
Hingga sesi pencarian hari ketujuh berakhir pada waktu yang telah ditentukan, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan korban maupun bukti yang dapat memberikan petunjuk terkait lokasi korban.
Keluarga korban menerima hasil dari usaha pencarian yang telah dilakukan selama tujuh hari dan menerima Penghentian Pencarian dari Basarnas dan Team Gabungan.
Keluarga korban dan Romo dari Universitas Khatolik St.Medan akan melakukan ibadah di lokasi Air Terjun Situmurun esok hari pada Sabtu tanggal 18 April 2026. ( Erikson)












