Warga Tutupi Lubang Jalan Trans Kalimantan dengan Pot Bunga, Pemerintah Diminta Segera Bertindak

NEWS UPDATE
LIPUTAN
KPK .COM
P T .S U A R A W A R T A N U S A N T A R A
S W N
───────────────────────────────────

Kubu Raya Kalbar–Liputankpk.com Sungai Ambawang Kondisi Jalan Trans Kalimantan tepatnya di depan Kantor Desa Sungai Ambawang Kuala, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, semakin memprihatinkan. Jalan yang menjadi urat nadi ekonomi Kalimantan Barat ini dipenuhi lubang besar di sepanjang jalurnya, memicu kekhawatiran serius dari masyarakat pengguna jalan.

Karena tak kunjung diperbaiki, warga sekitar mengambil inisiatif sendiri. Sejumlah lubang di jalur padat tersebut ditutup menggunakan pot bunga yang mereka ambil dari sekitaran jalan. Tujuannya, agar lubang besar tersebut terlihat dan bisa dihindari pengendara yang melintas, sehingga mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Jalur ini dikenal sebagai rute utama lalu lintas truk kontainer, bus antar kota antar provinsi (AKAP), serta kendaraan besar lainnya. Padatnya aktivitas di jalan ini menambah tingkat kerawanan kecelakaan, apalagi saat musim hujan, ketika lubang-lubang jalan tertutup genangan air.

Warga mengaku sudah berkali-kali menyampaikan keluhan kepada pihak pemerintah, baik melalui musyawarah desa maupun laporan ke instansi terkait. Namun hingga saat ini, belum terlihat adanya langkah nyata untuk memperbaiki kondisi jalan tersebut.

“Ini sudah sangat membahayakan, terutama malam hari dan saat hujan. Sudah banyak pengendara yang hampir celaka karena lubang yang dalam dan tidak terlihat,” ujar salah seorang warga yang turut menutup lubang dengan pot bunga.

Masyarakat berharap, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat maupun Pemerintah Pusat segera turun tangan memperbaiki jalan Trans Kalimantan tersebut. Selain menjadi jalur vital, keberadaan jalan ini sangat berpengaruh terhadap distribusi barang dan mobilitas warga antar kabupaten bahkan antar provinsi di Pulau Kalimantan.

“Ini bukan sekadar jalan desa, ini jalur utama ekonomi. Kalau jalan ini rusak parah, otomatis akan berdampak ke banyak sektor. Tolong pemerintah jangan tutup mata,” tegas salah satu tokoh masyarakat Sungai Ambawang.,( Mulyadi )

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *