Oknum sales berkedok sosialisasi program Gerakan Peduli Kesehatan Indonesia di desa Kute lintang,Ternyata jual produk tampa BP POM
Gayo Lues,LiputanKPK.com – Dalam menjalankan Tugas dan Pungsinya Wartawan media ini mendatangi Aula desa Kute lintang guna untuk mengembangkan informasi masyarakat terkait adanya kegiatan sosialisasi perawatan organ kewanitaan,Selasa 3/9/2025.
Sesampai di lokasi kegiatan warwatan media ini berjumpa dengan kepala desa dan menanyakan apakah terkait kegiatan tersebut panitia pelaksana ada menunjukkan rekomendasi dari dinas kesehatan,kepala desa mengatakan tidak ada dan beliau menyarankan agar saya mengkonfirmasi langsung ke panitia pelaksana yang berada di Aula tersebut.
Wartawan media ini pun langsung menjumpai salah satu panitia yang bertanggung jawab dalam kegiatan tersebut dan meminta ijin guna untuk konfirmasi.
Dalam konfirmasi wartawan media ini menanyanakan jenis kegiatan yang sedang berlangsung tersebut,salah satu panitia yang enggan menyebutkan namanya mengatakan ini sosialisasi perawatan organ kewanitaan dalam mengujutkan program pemerintah yang berjudul GERAKAN PEDULI KESEHATAN INDONESIA.
Lanjut wartawan media ini menanyakan dari mana asal kota rombongan tersebut.Beliau mengatakan kami dari propinsi Lampung.
Kalau ini program pemerintah apakah sudah ada kordinasi dengan dinas kesehatan dan DP3AP2KB kabupaten Gayo Lues untuk mendapatkan surat rekomendasi terkait kegiatan ini.beliau mengatakan sudah dan tinggal di kantor jelasnya.
Di duga ada kejanggalan yang sampaikan oleh salah satu panitia pelaksana.wartawan media ini pun langsung menelepon kepala DP3AP2KB, Kabupaten Gayo Lues Dr.Sartika Mayasari,S.STP.MA terkait rekomendasi.beliau mengatakan tidak mengetahui terkait kegiatan tersebut.
Lanjut wartawan media ini konfirmasi melalui telepon seluler kepada kepala puskesmas Blang kejeren,Dr Witono.beliau juga mengatakan tidak mengetahui kegiatan tersebut.Langsung beliau respon dan berkordinasi kepada perangkat desa Kute lintang supaya bersama sama mendatangi lokasi kegiatan guna untuk menanyakan legalitas kegiatan tersebut.
Sesampai ke lokasi kegiatan Dr.Witono menanyakan langsung kepada panitia pelaksana terkait surat rekomendasi dari Dinas kesehatan kabupaten Gayo, panitia pelaksana mengatakan tidak ada.Dr.Witono mengatakan ternyata mereka sales yang menjual produk yang berjenis pembalut wanita dengan harga perbungkus 300 ribu rupiah.setelah di periksa produk tersebut tidak tercantum BP POM jelas Dr.Witono.
Lanjut Dr.Witono menyampaikan kepada masyarakat yang hadir di kegiatan tersebut agar segera mengembalikan produk yang sudah sempat di beli masyarakat berhubung produk tersebut tidak mempunyai BP POM dan bisa membahayakan pengguna jelasnya.
Kepala DP3AP2KB kabupaten Gayo Lues Dr.Sartika Mayasari,S.STP.MA mengatakan Sampai saat ini GERAKAN PEDULI KESEHATAN INDONESIA tidak pernah meminta izin kepada dinas DP3AP2KB kabupaten Gayo Lues untuk melakukan sosialisasi perawatan organ kewanitaan.Sehingga hal ini perlu mendapat perhatian khusus bagi semua pihak yang berwenang,agar seluruh masyarakat terutama kaum perempuan untuk berhati-hati.Terutama dalam mendapatkan tindakan perawatan dan pemasangan alat KB pungkasnya.(Firmansyah.hrp)












