Gegara protes kinerja kepala desa,beberapa warga desa pagaran honas bansos di putus

NEWS UPDATE
LIPUTAN
KPK .COM
P T .S U A R A W A R T A N U S A N T A R A
S W N
───────────────────────────────────

https://www.liputankpk.com/Badiri, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara,- Baru-baru ini awak media temui salah satu warga yang tulu dan setia menghadapi situasi ini

Dari pantauan awak media ada beberapa warga masyarakat desa pagaran honas, kecamatan badiri, kabupaten tapanuli tengah, provinsi sumatra utara, insial BG ia mengatakan bahwa dirinya telah gagal menerima bantuan lansia dimana sebelumnya di setiap pembagian bantuan tersebut dirinya selalu menerima bantuan lansia ucap nya dengan nada sedih

Di tempat yang berbeda juga ada insial MG mengatakan hal yang serupa kepada awak media mnctvano.com bahwa mereka sangat merasa kecewa atas dugaan pilih kasih kepala desa atas pembagian bantuan lansia kali ini, dimana sebelumnya setiap pembagian bantuan lansia itu kami dapat bagian apalagi istri saya sedang mengalami penyakit kelumpuhan, tetapi semenjak saya sudah protes cara kinerja pembangunan saluran drainase kemarin mulai dari situlah saya di asingkan sehingga sekarang kami tidak di berikan bantuan lagi” oleh kepala desa pagaran Honas

Kami sebagai warga desa pagaran honas. Juga punya hak protes cara kinerja tukang bangunan tersebut. dan itu bukan untuk kepentingan pribadi kami, melainkan itu kepentingan bersama’ dimana cara pekerjaan mereka kami duga tidak sesuai dengan RAB yang telah di tentukan, sesuai dengan dokumen hasil kinerjanya. bila kita perhatikan Sangat jauh beda dengan papan informasi yang telah di tentukan dan ini bisa merugikan negara. tegas MG warga

Di satu Jenis kegiatan ini : dimana pembangunan saluran drainase dengan volume 63 Meter, dengan pagu dana sebesar Rp. 82.170.000,00 (delapan puluh juta seratus tujuh puluh ribu rupiah)
Sumber dana anggaran tahun 2025

Upah pekerjanya sebagai berikut :
1. Penggalian tanah sebesar Rp 35.000,00/ meter
2. Upah Pemasangan batu Rp. 80.000,00/meter, ujarnya

Warga masyarakat inisial MG mengatakan bahwa sebetulnya kami di desa ini sangat membutuhkan pekerjaan bila upahnya sesuai. jadi karena minimnya upah seperti itu tidak termakan/ rugi, maka kami menolak dan tidak kami kerjakan, karena pagu dana proyek luar biasa besarnya dan volume bangunannya sangat minim hanya 63 meter, dan hasilnya tidak sesuai dengan RAB yang telah di tentukan. ucap nya

Jika penanganan proyek yang seperti ini. bisa kita menilai kinerja kepala desa pagaran Honas. Tentang pengelolaan dana desa dari tahun sebelumnya, yang diduga anggarannya sangat besar, apakah baik atau tidak? Ujarnya

Sangat besar resiko ke kami jika mengungkapkan kebenaran dan ingin mengawasi penggunaan dana desa ini, efeknya kami di singkirkan dan bantuan yang telah di bagi pada bulan yang lalu tidak kami dapat bagian lagi’ di mana sebelumnya bantuan itu kami dapat”

gegara seperti inilah yang membuat kami masyarakat kecil banyak memilih diam da membisu bila ada media dan LSM bertanya kepada kami mengenai penggunaan anggaran dana desa khusus nya desa pagaran Honas ini

Dan saya yakin bahwa di daerah lainpun diduga banyak masyarakat takut menyampaikan informasi tentang penggunaan dana desa ini, karena mereka takut tidak mendapatkan bagian dari bantuan pemerintah dimana sebelumnya mereka mendapatkan bantuan tapi jika mereka protes maka di duga mereka di asingkan oleh kepala desa tutupnya mengakhiri

(Wirpan)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *