Arab, breaking news | liputankpk.com — Presiden Prabowo Subianto baru saja menyelesaikan kunjungan resminya ke Qatar dan langsung menuju Persatuan Emirat Arab (PEA) pada Jumat malam, 12 September 2025. Setelah menempuh perjalanan panjang, Presiden Prabowo akhirnya tiba di Abu Dhabi untuk melakukan kunjungan singkat selama dua jam. Minggu 14 September 2025.
Dalam waktu yang singkat ini, Presiden Prabowo disambut baik oleh Presiden PEA, Yang Mulia Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ), beserta Putra Mahkota Abu Dhabi, Yang Mulia Syekh Khaled bin Mohamed bin Zayed Al Nahkota. Pertemuan ini menjadi kesempatan bagi kedua pemimpin untuk membahas berbagai hal penting terkait hubungan bilateral antara Indonesia dan PEA.
Presiden MBZ menyampaikan penghargaan atas kebaikan hati Presiden Prabowo yang telah berkunjung ke PEA dan Qatar, di tengah kondisi yang mengguncang Qatar beberapa hari yang lalu. Ini menunjukkan bahwa hubungan antara Indonesia dan PEA sangat kuat dan saling menghargai.
Pertemuan ini juga menjadi kesempatan bagi Presiden Prabowo untuk menegaskan kembali komitmen Indonesia dalam mempererat hubungan persahabatan dengan negara sahabat di kawasan. Indonesia terus aktif dalam mendorong dialog dan kerja sama global, dan kunjungan ini menjadi bukti nyata dari komitmen tersebut.
Kedua pemimpin negara sahabat ini dapat berbagi pandangan dan pengalaman dalam berbagai bidang, termasuk ekonomi, politik, dan keamanan. Dengan demikian, diharapkan hubungan bilateral antara Indonesia dan PEA dapat semakin erat dan saling menguntungkan.
Setelah pertemuan yang hangat dan produktif, Presiden Prabowo diantar Presiden MBZ ke pintu pesawat untuk langsung terbang kembali ke Tanah Air sekitar pukul 22.30 waktu setempat. Ini menandai akhir dari kunjungan singkat Presiden Prabowo ke PEA.
Kunjungan ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi hubungan bilateral antara Indonesia dan PEA, serta meningkatkan kerja sama di berbagai bidang. Dengan kunjungan ini, Presiden Prabowo telah menunjukkan komitmen Indonesia untuk terus memperkuat hubungan dengan negara-negara sahabat di kawasan.












