Toba-liputankpk.com
Pada Sabtu, 18 April 2026, bertempat di Air Terjun Situmurun, Kecamatan Lumbanjulu, Kabupaten Toba, Kapolsek Lumban Julu AKP Nandi Butarbutar bersama keluarga korban, relawan, dan masyarakat melaksanakan monitoring giat Misa/doa bersama serta prosesi tabur bunga sebagai tanda penghentian pencarian terhadap korban tenggelam atas nama Fr Cristoper Rustam Muda Dua (21) yang dilaporkan hilang sejak tanggal 11 hingga 17 April 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh orang tua korban, Uskup Pangkal Pinang, Romo Fakultas Filsapat Sintar UNIKA St.Medan, Suster Fakultas Filsapat Sintar UNIKA St.Medan, Frater Fakultas Filsapat Sintar UNIKA St.Medan, Paroki Onan Runggu Samosir, Paroki Tomok Samosir, Paroki Parapat, Camat Ajibata Mangapul Roha Manurung S.E, Kapolsek Lumbanjulu AKP Nandi Butarbutar, S.H, Sekcam Lumbanjulu, Kapos Basarnas Danau Toba Erikson Gultom, Kepala Desa Se Kecamatan Lumbanjulu, Kepala Desa Se Kecamatan Ajibata, Jemaat Gereja Katolik, Masyarakat Setempat dan Personil Polsek Lumbanjulu
Misa/Doa dipimpin oleh Uskup Pangkal Pinang, kemudian dilanjutkan dengan prosesi tabur bunga di lokasi kejadian tenggelam.
Selama Pencarian telah dilakukan Penyelaman dengan menggunakan Pendeteksian Tubuh Korban di dalam Air dan pemantauan dengan Drone di dasar Danau dengan kedalaman 100 Meter. Pemantauan dengan Drone diatas pernukaan Air sejauh 1400 Meter namun Korban masih belum dapat ditemukan.
Dalam pencarian ini melibatkan Basarnas Danau Toba, BPBD Kabupaten Toba, Polres Toba, Koramil Lumbanjulu, TNI-AL, PT.Aqua Farm Nusantara, Kelurga korban dan Masyarakat.
Selama tujuh hari pelaksanaan pencarian, tim gabungan telah melakukan upaya maksimal untuk menemukan korban.
Hingga sesi pencarian hari ketujuh berakhir pada waktu yang telah ditentukan, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan korban maupun bukti yang dapat memberikan petunjuk terkait lokasi korban.
Kapolres Toba AKBP VJ Parapaga, S.I.K melalui Plt Kasi Humas Ipda Khairudin menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban serta mengimbau kepada masyarakat, terutama nelayan dan warga yang beraktivitas di sepanjang Air Terjun Sitimurun, agar segera melaporkan kepada pihak keluarga atau aparat keamanan apabila menemukan tanda-tanda atau jasad yang diduga korban.
Dengan dilaksanakannya doa bersama dan prosesi tabur bunga ini, seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi penguat bagi keluarga korban serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan dan kewaspadaan dalam setiap aktivitas, khususnya di wilayah kawasan wisata di danau Toba termasuk Air Terjun Sitimurun, pungkasnya. ( Erikson)












