https://www.liputankpk.com/
Beberapa karyawan di lingkungan PT SGSR(sinar gunung sawit raya) kecamatan sirandorung kabupaten tapanuli tengah, menyampaikan keluhan terkait fasilitas dan pelayanan internal perusahaan yang dinilai belum memadai.
Keluhan tersebut mencuat setelah beberapa pekerja mengeluhkan kondisi kerja yang dinilai tidak sesuai dengan standar kenyamanan dan keselamatan kerja.
Menurut informasi yang dihimpun dari lapangan, para karyawan menyebutkan bahwa beberapa fasilitas penting alat pelindung diri (APD), hingga sarana masih jauh dari kata layak. Selain itu, pelayanan manajemen terhadap kebutuhan karyawan juga dinilai kurang tanggap.
“Kami bukan menuntut lebih, hanya ingin hak-hak dasar sebagai pekerja diperhatikan. Fasilitas penerangan lampu tempat tinggal rumah karyawan pun masih memakai alat mesin genset,dan saat tiba hari besar lebaran THR pun masih sebatas Rp 600.000 di terima setiap karyawan yang sudah cukup lama bertahun tahun sebagai pekerja BHL
sementara laporan ke bagian administrasi jarang direspon,” ujar salah seorang karyawan PT SGSR yang enggan disebutkan namanya karena alasan keamanan, Kamis (9/10/2025).
Karyawan lainnya juga menyoroti sistem pelayanan internal perusahaan yang disebut masih lamban, terutama dalam hal penggantian peralatan kerja dan pelayanan kesehatan karyawan. Beberapa di antaranya mengaku sering harus menunggu lama untuk mendapatkan respons dari pihak HRD maupun bagian logistik perusahaan.
Selain soal fasilitas, muncul juga keluhan mengenai minimnya komunikasi antara manajemen dan karyawan lapangan.
Beberapa pekerja berharap agar perusahaan lebih terbuka terhadap masukan serta meninjau langsung kondisi di lapangan.
“Kami ingin manajemen datang melihat sendiri bagaimana kondisi kami di lokasi kerja. Kadang laporan sudah disampaikan, tapi tindak lanjutnya tidak ada. Padahal kami bekerja demi kemajuan perusahaan juga,” tambah salah seorang pekerja harian.
Pihak manajemen PT SGSR hingga berita ini diterbitkan belum memberikan tanggapan resmi terkait keluhan tersebut. Upaya konfirmasi yang dilakukan wartawan melalui pesan elektronik dan sambungan telepon belum mendapat jawaban.
Namun berdasarkan catatan redaksi, PT SGSR merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan dan distribusi sumber daya alam, dengan jumlah tenaga kerja cukup besar yang tersebar di beberapa wilayah operasional di Tapanuli Tengah dan sekitarnya.
Perusahaan besar seharusnya menjadi contoh dalam hal perlindungan tenaga kerja. Fasilitas kerja dan pelayanan administratif bukan sekadar formalitas, tapi bentuk tanggung jawab terhadap sumber daya manusianya.harapan salah satu karyawan.
Hingga kini, para pekerja PT SGSR berharap agar pihak manajemen segera menindaklanjuti keluhan yang telah disampaikan, demi terciptanya suasana kerja yang aman, nyaman, dan produktif.
Tim:media online liputan KPK












