Aceh Singkil | LiputanKPK.com ~ Sebuah perhelatan akbar nan penting siap menggebrak kancah keilmuan dan kebudayaan Aceh Singkil. Pada 15 Oktober 2025, Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Aceh Singkil menggelar “Gelar Bedah Buku: Ini Itu Gosong Telaga Menyingkap Khazanah Peradaban Pesisir Aceh Singkil”. Acara monumental ini, yang didukung penuh oleh Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Tahun 2025, diprediksi akan menjadi magnet bagi para pegiat sejarah, budayawan, akademisi, dan seluruh lapisan masyarakat yang haus akan pengetahuan lokal.
Berlangsung di jantung informasi daerah, Kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Aceh Singkil, tepatnya di Ketapang Indah Singkil Utara, acara ini akan dibawakan oleh Sadri Ondang Jaya S.Pd, sang penulis visioner di balik karya “Ini Itu Gosong Telaga”. Diskusi akan dipandu secara apik dan interaktif oleh Wanhar Lingga, aktivis budaya terkemuka yang piawai membangkitkan semangat dialog.
Panggung bedah buku akan semakin kaya dengan kehadiran tiga panelis kaliber nasional, siap mengupas tuntas setiap lembar peradaban yang tersimpan dalam buku ini:
1. Drs. Sjamsuddin Rizard, M.Sc, sang maestro kata dan penulis ulung di balik “Buaya Pengkolan”, akan berbagi perspektif mendalamnya.
2. Aslym Combih, S.H., M.Si, seorang sejarawan handal dan penulis buku kunci “Singkil dalam Lintasan Sejarah: Identitas Wilayah dan Asal Usul Etnisnya”, akan memberikan analisis historis yang tajam.
3. Kang Dede Rosadi, jurnalis nasional berdedikasi yang tak henah mengangkat pesona dan kekayaan budaya Aceh Singkil ke panggung nasional, akan menghadirkan sudut pandang media dan popularitas budaya.
Kehadiran trio panelis ini menjamin bedah buku akan menyajikan spektrum analisis yang mendalam, akurat, dan beragam, membuka wawasan baru tentang detail peradaban pesisir Aceh Singkil.
Mimpi Lintas Generasi: Jembatan Kilangan yang Terwujud di Tangan “Muzakir” Kedua
Salah satu sorotan paling menarik yang akan terkuak adalah kisah epik pembangunan jembatan di Kilangan, Kecamatan Singkil. Drs. Sjamsuddin Rizard, M.Sc, membuka tirai sejarah, menceritakan kembali visi jauh ke depan Gubernur Aceh periode 1968-1978, Bapak Muzakir Walad. Beliau pernah berujar bahwa rute dari Kilangan Singkil menuju Aceh Selatan akan jauh lebih singkat dan efisien dengan adanya jembatan. Namun, kendala anggaran kala itu memaksanya untuk menunda realisasi impian tersebut.
Kini, setelah puluhan tahun berlalu, mimpi bersejarah itu tidak lagi menjadi angan. Dengan penuh keyakinan, Bapak Sjamsuddin Rizard menegaskan, “Jembatan yang disebut Gubernur Aceh Muzakir Walad semasa itu, alhamdulillah terlaksana dan terwujud di tahun 2025 ini oleh Gubernur Aceh 2025 Muzakir Manaf.” Sebuah fakta menarik yang menorehkan sejarah, bahwa jembatan ini, yang digagas oleh seorang “Muzakir”, kini diwujudkan oleh seorang “Muzakir” lainnya. Ini adalah bukti nyata betapa visi kepemimpinan masa lalu dapat bersinergi dengan tekad masa kini, menjembatani sejarah dengan kemajuan.
Ali Hasmi, SE., M.Si, selaku Plh Kadis Perpustakaan dan Arsip, menyuarakan optimisme tinggi. Ia berharap bedah buku ini tidak hanya akan memperkaya khazanah intelektual masyarakat Aceh Singkil, namun juga secara signifikan menginspirasi generasi muda untuk lebih mendalami, mencintai, dan memelihara warisan sejarah serta peradaban luhur daerahnya.
Jangan lewatkan kesempatan emas ini! Saksikan bagaimana sejarah dan peradaban pesisir Aceh Singkil diungkap, dan bagaimana sebuah mimpi pembangunan lintas generasi akhirnya menemui realitanya. Jadilah bagian dari saksi sejarah peradaban Aceh Singkil!
{*}
[Khalikul Sakda]












