Subulussalam, | liputankpk.com ~ Suasana penuh antusiasme menyelimuti Kota Subulussalam pada Kamis, 8 Januari 2026, kala Wakil Bupati Aceh Singkil, H. Hamzah Sulaiman, S.H., bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh Singkil, menyambut kedatangan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju. Kunjungan penting ini dihadiri oleh Menteri Koordinator Republik Indonesia, Zulkifli Hasan, serta Menteri Kelautan dan Perikanan, dan Menteri Perdagangan, dalam rangka meninjau langsung progres megaproyek kanal yang akan membentang luas di wilayah Aceh.

Fokus utama kunjungan para pejabat tinggi negara ini adalah pembahasan dan peninjauan terkait proyek ambisius pembubaran kanal Subulussalam – Singkil dan Aceh Selatan. Proyek infrastruktur vital ini direncanakan memiliki panjang lebih kurang 18 kilometer dan menelan anggaran fantastis, mencapai Rp 1,18 Triliun.

Megaproyek kanal ini diharapkan tidak hanya menjadi sebuah jalur penghubung semata, melainkan juga pendorong utama percepatan pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di tiga wilayah strategis tersebut. Dengan adanya kanal ini, diharapkan akses transportasi logistik dan distribusi barang dapat berjalan lebih efisien, membuka peluang investasi baru, serta mengoptimalkan potensi kelautan dan perikanan yang melimpah di sepanjang jalur kanal.

Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil melalui Wakil Bupati H. Hamzah Sulaiman, S.H., menyambut baik inisiatif pemerintah pusat ini. Beliau menekankan komitmen penuh pemerintah daerah untuk mendukung kelancaran proyek, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga pemanfaatan nantinya. Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah diharapkan dapat memastikan proyek ini berjalan sesuai target, transparan, dan memberikan dampak positif yang maksimal bagi masyarakat Aceh.

Masyarakat setempat pun menaruh harapan besar terhadap rampungnya kanal ini, yang diprediksi akan membawa angin segar bagi perekonomian lokal. Dari sektor perdagangan hingga pariwisata, kanal ini berpotensi menjadi katalisator bagi pertumbuhan berkelanjutan di Bumi Serambi Mekkah.{*}
Reporter Aceh Singkil : Khalikul Sakda












