Liputankpk.com-Pertandingan antara Timnas Indonesia melawan China dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 menyita perhatian dunia. Laga yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 5 Juni 2025 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta ini akan disiarkan di 141 negara—sebuah pencapaian luar biasa yang mencerminkan meningkatnya pamor sepak bola Indonesia di level internasional.
Fenomena ini bahkan membuat Presiden FIFA, Gianni Infantino, dikabarkan terkejut dan menggelengkan kepala karena tak menyangka antusiasme global terhadap laga yang melibatkan Indonesia begitu tinggi. Timnas Garuda yang selama ini dikenal sebagai kekuatan berkembang di Asia kini menjadi magnet perhatian, baik dari penggemar sepak bola maupun media internasional.
Pertandingan ini memang punya bobot besar bagi kedua tim. Indonesia dan China masih bersaing ketat untuk lolos ke babak berikutnya Kualifikasi Piala Dunia 2026. Hasil dari laga ini akan sangat menentukan langkah selanjutnya dan berpotensi menjadi titik balik dalam sejarah sepak bola kedua negara.
Yang menarik, penyiaran pertandingan ini tidak hanya terbatas di kawasan Asia, tapi juga menjangkau Eropa, Afrika, Amerika, hingga Oseania. Negara-negara besar seperti Belanda, Jerman, Brasil, hingga Argentina ikut menayangkan laga ini secara langsung, menunjukkan bahwa sepak bola Indonesia kini mulai punya tempat di mata dunia.
Tidak bisa dipungkiri, peningkatan performa Timnas Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, ditambah dengan dukungan luar biasa dari suporter, menjadi daya tarik tersendiri. Kualitas permainan yang terus membaik, serta keberadaan pemain-pemain muda berbakat, menjadikan Timnas Garuda sebagai salah satu tim yang patut diperhitungkan.
Kini, perhatian dunia sedang tertuju ke Jakarta. Indonesia bukan hanya menjadi tuan rumah pertandingan penting, tetapi juga menjadi pusat sorotan sepak bola global. Laga melawan China bukan sekadar pertandingan biasa, melainkan simbol dari kebangkitan sepak bola nasional di panggung internasional.,3 poin harus kita dapat kan malam nanti ( Mulyadi)












