ACEH BARAT, liputankpk.com – Kepedulian terhadap warga kurang mampu kembali ditunjukkan oleh Bupati Aceh Barat, Tarmizi, yang turun langsung mengunjungi keluarga prasejahtera di Gampong Pasi Jeut, Kecamatan Woyla Barat, Selasa (17/3/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Tarmizi didampingi sang istri, Afrinda Novalia Tarmizi, menyambangi kediaman Zuretti, seorang ibu yang selama delapan tahun terakhir tinggal di rumah tidak layak huni bersama dua anaknya.
Kondisi tempat tinggal yang memprihatinkan menjadi perhatian utama. Rumah yang terbuat dari bahan sederhana seperti pelepah rumbia itu berdiri di tengah area persawahan, dengan akses jalan setapak sejauh lebih dari 100 meter dari jalan utama, serta tanpa fasilitas dasar seperti listrik dan lantai yang memadai.
Kunjungan ini dilakukan setelah kondisi rumah tersebut sempat viral di media sosial. Pemerintah daerah kemudian bergerak cepat untuk memastikan langsung kebenaran informasi di lapangan.
“Begitu melihat kondisi ini, kami sangat prihatin. Ini tidak layak dihuni, apalagi oleh anak-anak,” ujar Tarmizi di lokasi.
Sebagai bentuk respons cepat, Bupati bersama rombongan langsung menyerahkan bantuan masa panik berupa kebutuhan rumah tangga, bahan pokok, serta dukungan logistik guna meringankan beban keluarga tersebut, khususnya menjelang bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Menurut keterangan warga setempat, Irwan (23), keluarga tersebut telah menempati rumah itu selama bertahun-tahun tanpa tersentuh bantuan. Hal ini, kata dia, menjadi perhatian serius masyarakat sekitar.
Menanggapi hal tersebut, Tarmizi menyayangkan kurangnya pelaporan dari aparatur setempat. Ia menegaskan bahwa informasi terkait kondisi warga seharusnya disampaikan secara berjenjang, bukan justru diketahui dari media sosial.
“Saya tidak ingin lagi mendapatkan informasi seperti ini dari TikTok atau media sosial. Camat dan keuchik harus proaktif melaporkan kondisi warganya,” tegasnya.
Sebagai langkah lanjutan, Bupati juga memerintahkan jajaran terkait, termasuk Dinas Sosial Kabupaten Aceh Barat dan BPBD Aceh Barat, untuk melakukan pendataan ulang di seluruh gampong. Langkah ini bertujuan memastikan tidak ada lagi warga, khususnya anak yatim, yang tinggal di rumah tidak layak huni tanpa perhatian pemerintah.
Selain itu, ia memberikan teguran tegas kepada aparatur kecamatan dan desa atas kurangnya pengawasan terhadap kondisi sosial masyarakat di wilayahnya.
Tarmizi menegaskan bahwa perhatian terhadap warga kurang mampu harus menjadi prioritas utama dalam kepemimpinan daerah. “Kita harus hadir untuk meringankan beban masyarakat yang membutuhkan, terutama mereka yang hidup dalam keterbatasan,” pungkasnya.
Laporan: M. Hasbiy












