Warga pepakelan, Daniel tumilantouw, di rampok dan di bunuh di obi.

NEWS UPDATE
LIPUTAN
KPK .COM
P T .S U A R A W A R T A N U S A N T A R A
S W N
───────────────────────────────────

Liputan KPK.com ( R.M ).

Penemuan sesosok mayat  pria di perairan, Desa Kawasi, Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara, menggegerkan masyarakat setempat. Korban diidentifikasi bernama Daniel Waraney Tumilantouw, warga Papakelan, Tondano, Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut).

Pihak keluarga menduga kuat bahwa korban merupakan korban pembunuhan berencana yang melibatkan sesama karyawan di lingkungan perusahaan tersebut.

Berdasarkan keterangan dari kakak korban, peristiwa ini bermula saat korban dinyatakan hilang tepat pada hari pembagian gaji karyawan. Sebelum hilang kontak, korban sempat meminta salah satu rekan kerjanya untuk mengantarkannya menggunakan mobil perusahaan dengan alasan ingin menemui tiga orang temannya.

“Sopir yang mengantar sempat menawarkan diri untuk menunggu, tetapi adik saya menolak. Dia mengatakan tidak usah ditunggu karena nanti akan diantar pulang oleh teman-temannya menggunakan mobil mereka,” ungkap sang kakak, Charlie Jerol dalam unggahan medsosnya.

Sejak momen pertemuan tersebut, korban dilaporkan hilang hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia mengapung di perairan.

Pihak keluarga yang melihat kondisi jenazah menemukan sejumlah kejanggalan fatal yang memperkuat dugaan tindak pidana. Pada tubuh korban, terdapat luka lubang besar di bagian bawah dagu.

Selain kejanggalan fisik, motif perampokan juga mengemuka setelah pihak keluarga memeriksa barang-barang pribadi korban. Di dalam dompet korban, didapati kartu ATM miliknya telah raib. Setelah dilakukan pengecekan ke bank, seluruh saldo di dalam rekening korban didapati sudah dalam kondisi kosong terkuras.

Mengingat rangkaian kejadian berada di dalam lingkup kerja perusahaan dan hilangnya korban bertepatan dengan hari gajian, pihak keluarga meyakini pelaku merupakan orang dalam atau rekan kerja yang sudah merencanakan aksi keji ini dengan matang.Keluarga korban kini mendesak manajemen untuk bersikap kooperatif dan membantu mempercepat penuntasan kasus ini. Selain itu, mereka meminta perhatian penuh dari aparat penegak hukum di wilayah Maluku Utara.

“Kami menyerahkan sepenuhnya penanganan ini kepada pihak berwajib. Kami memohon kepada pihak kepolisian Maluku Utara untuk memberikan perhatian serius dan mengusut tuntas kasus dugaan pembunuhan berencana yang sangat tragis ini agar pelaku segera terungkap,” tegas perwakilan keluarga.

Hingga saat ini, aparat kepolisian dari Polres Halmahera Selatan dilaporkan tengah melakukan penyelidikan mendalam guna mencocokkan bukti-bukti di lapangan dan memeriksa sejumlah saksi terkait. (sp)

Liputan KPK.com,( Robert.M ).

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *