Baturube, liputankpk.com| 14 Juli 2026 – Bangunan Sanggar Tani di Desa Baturube yang dibangun menggunakan Dana Desa Tahun Anggaran 2023 kini menjadi sorotan masyarakat. Pasalnya, bangunan yang semestinya dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan kelompok tani tersebut dilaporkan dalam kondisi terbengkalai setelah mengalami kerusakan akibat diterpa angin.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi bangunan terlihat memprihatinkan. Atap seng telah rusak dan sebagian material, seperti papan lantai, dikabarkan telah hilang diduga karena diambil oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Kondisi tersebut menimbulkan keprihatinan masyarakat mengingat bangunan tersebut merupakan aset desa yang dibangun dengan anggaran negara.
Sejumlah warga menyayangkan tidak adanya langkah cepat dari Pemerintah Desa Baturube untuk mengamankan maupun memperbaiki bangunan tersebut. Menurut warga, Sanggar Tani memiliki fungsi penting sebagai tempat pertemuan antara para petani dengan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), terutama menjelang dan selama musim tanam.
“Bangunan ini sangat dibutuhkan sebagai tempat musyawarah kelompok tani dan koordinasi dengan petugas PPL. Sangat disayangkan jika dibiarkan rusak hingga materialnya hilang satu per satu,” ungkap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Untuk memastikan informasi tersebut, awak media melakukan konfirmasi kepada Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Dalam keterangannya, ia membenarkan bahwa bangunan Sanggar Tani Desa Baturube dibangun menggunakan Dana Desa Tahun 2023.
Hingga berita ini diterbitkan, Pemerintah Desa Baturube belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab belum dilakukannya perbaikan maupun upaya pengamanan terhadap bangunan tersebut. Redaksi masih berupaya menghubungi Kepala Desa Baturube guna memperoleh klarifikasi dan hak jawab sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Masyarakat berharap Pemerintah Desa Baturube segera mengambil langkah nyata untuk mengamankan serta memperbaiki bangunan tersebut agar kembali dapat dimanfaatkan oleh para petani. Selain menjaga aset desa, upaya tersebut juga dinilai penting untuk mendukung kegiatan pertanian dan meningkatkan pelayanan kepada kelompok tani di wilayah Desa Baturube.
Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada Pemerintah Desa Baturube maupun pihak terkait agar pemberitaan tetap berimbang sesuai Kode Etik Jurnalistik.
Laporan: M. Yamin












